Fasha Minta Masyarakat Patuhi Prokes, H-7 Akan Ditingkatkan Lagi

By Maas, SH 03 Mei 2021, 04:49:38 WIB KOTA
Fasha Minta Masyarakat Patuhi Prokes, H-7 Akan Ditingkatkan Lagi

Keterangan Gambar : Fasha Minta Masyarakat Patuhi Prokes, H-7 Akan Ditingkatkan Lagi


Mediajambi.com - Mengingat pandemi covid-19 yang meningkat khusus nya di wilayah Kota Jambi membuat pemerintah Kota Jambi selalu siap siaga hingga mengeluarkan kebijakan-kebijakan dalam memerangi covid-19.

Diketahui selama bulan ramadhan kasus covid-19 meningkat drastis dari biasanya. Tak menutup kemungkinan menjelang hari Raya Idul Fitri peningkatan kasus covid-19 akan bertambah. Dengan hal itu, pemkot memperketat prokes di tengah masyarakat.

Jelang perayaan idul fitri mendatang, tentu ditandai dengan ramainya tempat-tempat publik maupun pusat perbelanjaan yang mana saat ini masih dalam masa pandemi covid-19 menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah. 

Mengingat hal itu, Pemkot Jambi  bersama unsur Forkompinda melakukan pengecekan penerapan prokes di beberapa pusat perbelanjaan dan lokasi publik yang ada di Kota Jambi, Minggu (02/05) sore.

Dikesempatan itu, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan bahwa, sebagian besar pusat perbelanjaan sudah melaksanakan prokes. Pemkot juga akan memanggil kepada seluruh pengelola untuk mengantisipasi H-7 Idul Fitri yang nantinya terdapat lonjakan konsumen yang berbelanja. 

"Ini harus diantisipasi jangan sampai terdapat klaster baru Covid-19. Maka dari itu kami akan mengumpulkan pengelola," ungkapnya. 

Fasha berpesan kepada seluruh masyarakat Jambi yang sedang berbelanja, agar tidak menurunkan ataupun melepaskan masker, menjaga jarak dan menghindari kontak fisik di kerumunan. 

Kepada pelaku usaha, Fasha mengingatkan, jangan sampai saat operasi yustisi membuat tempat usaha ditutup. "Hindari hal tersebut, patuhi protokol kesehatan. Kami akan memberikan relaksasi ekonomi sebanyak-banyaknya dengan tetap mematuhi prokes, karena aturan tersebut tidak bisa di tawar satu mili meter," jelasnya. 

Fasha menambahkan bahwa, operasi yustisi akan terus dilakukan. Karena diketahui masih banyak pengusaha yang melanggar aturan hingga dilakukan penutupan.

"Penutupan tempat usaha yang dilakukan merupakan shock terapi bagi pelaku-pelaku usaha bahwa tidak ada kompromi-kompromi di sini. Sekali melanggar mereka akan dikenakan denda, dan apabila masih berlanjut, maka akan kita tutup permanen usaha tersebut," pungkasnya. (Yen)