Hadapi Varian Omicron, Pemprov Jambi Minta Masyarakat Segera Vaksinasi

By Maas, S.H 19 Des 2021, 09:10:09 WIB RAGAM
Hadapi Varian Omicron, Pemprov Jambi Minta Masyarakat Segera Vaksinasi

Keterangan Gambar : Masyarakat tengah divaksinasi oleh petugas kesehatan/f-maas


Mediajambi.com – Pemerintah Provinsi Jambi meminta masyarakat yang belum divaksin untuk segera melakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan terdekat. Pemerintah mendorong vaksinasi sebagai salah satu upaya utama dalam mencegah penyebaran varian Omicron.

Hal tersebut disampaikan Kabid Komunikasi Publik Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah mengatakan, sejauh ini varian Omicron belum menunjukkan karakter yang membahayakan nyawa pasien, terutama yang sudah divaksin. "Kunci pencegahan penyebarannya adalah segera divaksin, menaati protokol kesehatan, tetap waspada, dan tidak panik. Untuk itu, semua warga yang belum divaksin agar segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin," ujar Johansyah saat dihubungi terkait penyebaran virus varian baru, Minggu (19/12/2021).

Menurutnya sampai saat ini capaian vaksinasi di Provinsi Jambi sudah 71, 85% atau atau 1.922.768  jiwa mendapatkan suntikan dosis pertama. Sedangkan dosis II sudah mencapai 51,06 persen atau 1.371.627 jiwa.

Baca Lainnya :

Dikatakan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengumumkan satu kasus konfirmasi COVID-19 varian Omicron telah terdeteksi di wilayah Indonesia. Kasus pertama ini terdeteksi di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. "Munculnya kasus ini ini tidak terelakkan karena salah satu karakter varian Omicron adalah penularannya yang sangat cepat. Waspada penting, tapi jangan panik," katanya.

Ditegaskannya, hal yang harus dilakukan dilakukan saat ini adalah berupaya sekuat tenaga agar varian omicron tidak meluas dan menghindari terjadinya penularan lokal. Seluruh elemen masyarakat diminta agar menjaga situasi tetap baik dan mempertahankan tingkat penularan rendah.

Diharapkan pemerintah kabupaten/kota untuk menggencarkan penelusuran dan pengetesan kontak erat guna mendeteksi kasus konfirmasi secara lebih dini. "Pejabat dan seluruh warga diharapkan dapat membatasi mobilitas dengan tidak melakukan perjalanan utamanya ke luar negeri untuk sementara waktu sampai situasi pandemi mereda," ujarnya lagi.(maas)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment