Juni, Kasus Covid-19 di Provinsi Jambi Melonjak Drastis

By Maas, SH 01 Jul 2021, 21:52:07 WIB RAGAM
Juni, Kasus Covid-19 di Provinsi Jambi Melonjak Drastis

Keterangan Gambar : Vaksinasi massal Covid-19 untuk masyarakat di Provinsi Jambi


Mediajambi.com - Kasus covid 19 di Provinsi Jambi selama Juni  2021 melonjak drastis, awal Juni warga yang terkonfirmasi covid hanya 9.678 orang  hingga tanggal 30 Juni mencapai sebanyak 12.861 kasus, atau melonjak hingga 3.183 kasus baru. Sedangkan yang meninggal dunia menjadi 261 orang. Khusus di Kota Jambi, hampir setiap hari selalu ada korban covid yang dikuburkan di TPU Pusara Agung.

Penambahan secara sigifikan terjadi pada minggu pertama, minggu kedua dan minggu keempat. Sedangkan pada minggu ketiga sebanyak 124 warga yang terkonfirmasi. Hasil kalkulasi dari tanggal 1-7 Juni sebanyak 10.230, tanggal 8-15 Juni bertambah menjadi 11.247 kasus, kemudian 16-21 Juni menjadi 11.371 kasus dan minggu keempat terjadi lonjakan menjadi 12.861 kasus.

Juru bicara penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah mengatakan melihat terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi pemerintah mengeluarkan  kebijakan baru peniadaan kegiatan Car Free Day di Jambi hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan. Bahkan Pemkot Jambi menutup seluruh area public yang ada di Kota Jambi. Hal ini disebabkan Kota Jambi berada pada zona merah pada minggu kedua dan ketiga yang ditetapkan oleh Satgas Covid-19 Pusat.

“Ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, selain itu dihimbau kepada selluruh masyarakat mematuhi protocol kesehatan yang telah ditetapkan dengan 5 M yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun secara berkala. Menjaga Jarak,  menjauhi Kerumunan dan mengurangi mobilitas,” ujarnya saat dihubungi Mediajambi, Rabu 30/6/2021.

Dikatakannya hingga saat ini sebanyak 12.631 pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Kemudian pasien yang sembuh sebanyak  11.069 orang dan yang meninggal dunia sebanyak  261 orang. Sehingga masih tersisa warga yang dirawat dalam proses penyembuhan sebanyak  1.792 pasien yang tersebar disejumlah rumah sakit dan tempat isolasi yang ada di Provinsi Jambi. “Walau terjadi lonjakan tapi angka kesembuhan juga meningkat,” tambah Johansyah.

Dari data itu katanya Kota Jambi 3.850 orang, diikuti Muaro Jambi 1.868 orang, Batanghari 1.271 orang, Tanjab Barat 1.143 orang, Bungo 846 orang, Sungaipenuh 785 orang, Tebo 789 orang, Merangin 748 orang, Tanjab Timur 723 orang, Sarolangun 512 orang  dan Kerinci 326 orang.

Kemudian dari 11 kabupaten/kota, Kerinci sudah berada pada zona kuning. Sedangkan 10 kabupaten/kota lainnya masih berada di zona orange atau resiko sedang. “Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan sebab saat ini ada mutasi virus corona baru. Tingkat penularan dari virus ini lebih cepat jika dibandingkan dengan sebelumnya,” ungkap Johansyah.

Warga Takut Divaksin

Masih banyak warga yang takut di vaksin, hal ini disebabkan banyak Hoax yang bersedar ditengah masyarakat bahwa jika divaksin akan berakibat fatal. Seperti yang terjadi pada pedagang yang berjualan di Pasar Villa Kenali, Kelurahan Mayang Mangurai, Kota Jambi menutup lapaknya. Karena mereka takut divaksinasi Covid-19 yang telah dijadwalkan oleh Pemerintah Kota Jambi, Rabu (23/6/2021) lalu. Tampak sejumlah lapak kosong padahal paginya penuh seperti biasanya.

“Mereka termakan isu hoax, yang mengatakan setelah divaksin banyak yang meninggal dunia. Jadi takut dan was-was bila divaksin. Alhamdulillah saya sendiri sudah divaksin,” ujar Anita (34) pedagang ayam bukti bukti sertifikat vaksinansi Covid-19.

Menurutnya, awalnya cemas juga, tapi setelah setengah jam divaksin tidak ada gejala apa-apa dan oleh petugas menyediakan kembali perdagangan. Dia menghimbau kepada para pedagang yang belum divaksin agar mengikuti vaksin yang difasilitasi Pemkot Jambi ini. Selain itu kata wanita yang telah berjualan di Pasar Villa Kenali lebih dari 10 tahun ini masih banyak pedagang maupun pengunjung pasar yang tidak disiplin dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. “Banyak pedagang yang enggan memakai masker saat jualan, dibandingkan dengan pengunjung yang berbelanja,” ucapnya.

Petugas dari Babinkantibmas Mayang Mangurai terlihat terus melakukan sosialisasi tentang arti peningnya vaksin bagi masyarakat. “Ini program pemerintah, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 sehingga diharapkan para pedagang mengikuti vaksin dan jangan termakan isu Hoax. Coba tanya pada teman-teman yang telah divaksin tidak ada gejala,” jelasnya melalui pengeras suara.

Namun demikian kata pelaku yang hendak divaksin juga harus jujur tentang penyakit kronis yang diderita. Sebelum divaksin petugas akan bertanya tentang penyakit yang pernah diderita dan diukur terlebih dahulu ketegangan darah.

Setelah divaksin juga harus tetap patuh dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah yaitu cuci tangan dengan sabun mengalir, memakai masker dan tidak berkerumun. “Kota Jambi saat ini zona merah mari kita sama-sama menjga kesehatan diri dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” ucapnya lagi.

Untuk diketahui hingga saat ini dari sasaran 535.632  orang yang telah divaksin pada dosis pertama sebanyak 258.841 dan pada dosis kedua  128.566 orang.  Banyak tenaga kesehatan yang ditunda penyuntikan vaksin COVID-19 salah satunya karena saat dilakukan pemeriksaan kesehatan, tensi atau tekanan darah tenaga kesehatan tersebut cukup tinggi. Sehingga tidak di anjurkan dilakukan penyuntikan vaksin COVID-19. (mas)