Ketua Komite SMAN 1 Kuala Tungkal Tidak Ada Dugem di Acara Silahturahmi Antar Siswa

By Maas, SH 17 Apr 2021, 06:06:21 WIB RAGAM
Ketua Komite SMAN 1 Kuala Tungkal  Tidak Ada Dugem di Acara Silahturahmi Antar Siswa

Keterangan Gambar : Ketua Komite SMAN 1 Kuala Tungkal Tidak Ada Dugem di Acara Silahturahmi Antar Siswa


Mediajambi.com  - Ketua Komite SMAN 1 Kuala Tungkal, Mardan Hasibuan didampingi  Aliansi Wartawan Tanjab Barat, menemui Kadis Kominfo Tanjabar, H Taharudin di kantornya, Jumat (16/4) . Dia sharing dan curhat menyusul hebohnya pemberitaan di media dan sosmed terkait kegiatan 'silaturahmi antar siswa' (party class of 21), 10 April 2021 lalu di Aula Gedung Pola Kantor Bupati Tanjabar.

Didampingi aliansi Wartawan Tanjabar yaitu Ketua PWI, Rita Gunawan,  Ketua IWO,  Rina Prabu , Pengurus AWI,  Agus Silalahi,  Chaidir Panjaitan, Mardian mengaku judul yang disampaikan berlebihan.

Akibat dari judul pemberitaan yang menyematkan kata "Dugem", berdampak sangat menyudutkan semua pihak yang terkait, terutama pihak Sekolah (SMAN 1). Padahal di video yang berdurasi selama 16 detik itu hanyalah merupakan luapan rasa suka cita para siswa/siswi yang telah menyelesaikan ujian akhirnya. 
Seorang siswa yang ikut dalam silaturahmi yang mereka sebut 'party' itu, engan dituliskan namanya,  merasa sangat shock dan terpukul dengan judul berita yang dimuat di media dan medsos. 

 "Padahal yang kami lakukan hanyalah semacam silaturahmi dan berjoget saja,  bukan 'dugem' yang dituduhkan," katanya. "Setelah berbulan-bulan kami hanya daring tanpa ada tatap muka di sekolah dan pada kegiatan itu kami hanya silaturahmi antara sesama siswa yang nantinya setelah kelulusan akan berpisah memilih jalan masing-masing,"ujar siswa itu kecewa. 

 "Saya selaku Ketua Komite meminta rekan media untuk mengklarifikasi judul 'Dugem'  yang ditulis berbagai media dan medsos pada kegiatan anak-anak kami dari SMAN 1 Kuala Tungkal," katanya.  Dengan pemberitaan tersebut, kami pihak Komite dan orang tua betul betul sangat terpukul dan shock sekali,  sebab karena ulah anak anak kami,  yang mengadakan 'silaturahmi' dengan berjoget joget di katakan "Dugem". Kalau "Dugem" konotasinya 'dunia gemerlap' seharusnya diadakan ditempat hiburan malam lengkap dengan embel-embelnya (wanita penghibur, minuman beralkohol dan narkoba), tapi embel embel itu tidak ada buktinya.  Kami sebagai orang tua sangat malu, akibatnya Daerah dan Lembaga Pendidikan di Tanjab Barat jadi 'tercoreng' sampai ke Dunia. 
Maka dari itu,  saya atas nama Ketua Komite meminta para rekan wartawan yang telah membuat heboh jagat raya bahkan sampai media Luar (CNN dan Line Today) ini dengan judul "Pelajar SMA Pesta "Dugem" di Kantor Bupati Jambi". 

Bahkan ada pula beberapa "rekan - rekan  media menulis dengan tidak memperhatikan Kode Etik Jurnalistik dalam penulisan beritanya, sehingga konotasi dari  judul beritanya khususnya kata "Dugem" sangatlah buruk, yang mana hal itu menggambarkan persepsi negatif dunia malam  dan sementara dalam kegiatan itu tidak ditemukan adanya penggunaan obat-obatan, minuman keras atau  Narkotika ataupun tindakan asusila.  Tidak dipungkiri  ada juga segelintir "rekan rekan jurnalis yang menggunakan tulisan dengan kata kata "DI DUGA" ataupun kalimat kiasan yang lebih halus dan tidak memvonis tentang kegiatan yang dilakukan siswa - siswi itu.

Sementara itu menurut Kadis Kominfo,  H.Taharudin,  selaku Dinas yang membidangi urusan media,  mengaku sangat menyayangkan  oknum wartawan yang menulis berita yang tidak sesuai dengan fakta. "Makna Dugem itu sangatlah tidak pantas untuk disematkan karena  faktanya tidak ada didapati para siswa yang tengah mengadakan kegiatan itu mengkonsumsi barang terlarang ataupun bertindak asusila",ujar H.Taharudin menyayangkan. 

Dengan adanya sharing ini,  "kami" selaku pembina  bagi rekan 2 media agar awak media dlm melaksanakan tugas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,  yang telah menjalin kemitraan dengan pihak media agar peristiwa seperti ini jangan terulang lagi. Diharapkan,  wartawan dalam menjalankan tugas dapat berpegang dengan Kode Etik Jurnalistik yang ada,  ujar Kadis.

Ketua Komite SMAN 1, menyampaikan pesan, "Saya berharap kepada beberapa perwakilan wali murid untuk menyampaikan permohonan maaf nya kepada Bupati dan Kepala Sekolah serta para Majelis Guru, sebab atas kejadian yang sampai viral itu jelas sudah memalukan nama Daerah Tanjab Barat dan para siswa serta para alumni  begitu juga para orang tua.

"Saya memohon kepada Dinas Kominfo dan para Aliansi Jurnalis di Tanjab Barat untuk mendesak oknum wartawan agar mengklarifikasi kata Dugem dalam judul pemberitaannya, karena tidak faktual dan melangar Kode Etik Jurnalistik, "tegas Mardan Hasibuan.(rta)