Literasi Digital Kabupaten Merangin - Provinsi Jambi
(Kabupaten Merangin, Sabtu, 27 November 2021, Jam 13.00 WIB)

By Maas, SH 27 Nov 2021, 13:37:56 WIB DAERAH
Literasi Digital Kabupaten Merangin - Provinsi Jambi

Mediajambi.com - Dalam mencapai target 50 juta masyarakat Indonesia untuk mendapatkan Literasi di bidang Digital hingga 2024 oleh Presiden Jokowi, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL merupakan 4 (empat) pilar yang diberikan dalam kegiatan webinar Literasi Digital 2021.

Dirjen Aptika Semuel Abrijani Pangarepan, B.Sc menjadi Keynote Speaker dengan tema besar PENTINGNYA INTERNET UNTUK PENGENALAN BUDAYA, yang dipaparkan oleh para nara sumber Nasional dan Lokal yang mempunyai kompetensi di bidangnya serta seorang Key Opinion Leader yang memberikan sharing session di akhir webinar.

Salah satu wadah dalam memperkenalkan dan menjaga budaya bangsa di era digital adalah internet termasuk di dalamnya media sosial. Dr. Virienia Puspita menjelaskan bahwa kita bisa melakukan dengan menghapus konten yang melanggar budaya dan etika, follow orang yang memberikan pengaruh positif, memposting dan mempromosikan serta memberikan komentar yang baik. Perlakukan orang di dunia maya seperti kita berada di dunia nyata dan jangan pernah memposting hal yang negatif, menyebarkan kebencian serta jangan sampai kecanduan. Arliana, S.Pd mengajak kita menjadi pengguna internet yang anti perudungan (cyberbulliying) dimana ada sangsi hukumnya yaitu UU ITE. Kita harus meminimalisir penyebaran istilah dan konten negatif, karena korban perundungan akan mempunyai dampak psikologis yang sangat bahaya yang dapat melakukan bunuh diri.

Untuk mengontrol percakapan digital, Auliya Rosiana, S.S.,M.M memaparkan pentingnya melindungi keamanan pribadi yang berupa data pribdai, financial, ancaman dan sebagainya maka kita harus menambah skill dan pengetahuan digital. Percakapan virtual yang menggunakan fitur enskripsi antara lain signal private messanger, threema, telegram, dust, zoom dan sebagainya. Sementara Efendi, S.Ag membahas tentang metode pembelajaran yang berubah dari masa ke masa, yaitu tahun 80 an secara konvensional, tahun 90 an mulai dengan komputer, tahun 2000 an mulai ditambahkan dengan smartphone, tablet dan koneksi internet yang semakin cepat. Saat ini pembelajaran dilakukan dengan menerapkan belajar jarak jauh (learning distance) sebagai wujud adaptasi revolusi industri 4.0. Maka peran dari komunitas akademik adalah menciptakan dan menghasilkan sumber daya manusia yang dinamis, produktif, menguasai IPTEK yang didukung oleh industri dan talenta global. Key Opinion Leader oleh Dio Hapsari yang mengajak kita untuk mengenalkan budaya daerah kita sendiri melalui akun media sosial sehingga dapat melestarikan budaya lokal serta sekaligus belajar tentang budaya lokal daerah lainnya melalui akses internet dan di unduh melalui postingnya di akun kita.