Literasi Digital Kabupaten Muara Jambi - Provinsi Jambi
(Kabupaten Muara Jambi/event Selasa, 19 Oktober 2021, Jam 09.00 WIB)

By Maas, SH 19 Okt 2021, 20:40:41 WIB RAGAM
Literasi Digital Kabupaten Muara Jambi - Provinsi Jambi

Mediajambi.com - Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.

Sebagai Keynote Speaker adalah Direktur Jenderal Aplikasi Informatika yaitu, Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc, yang memberikan sambutan pembuka dan dukungan penuh untuk Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar membahas tentang MELAWAN PELECEHAN SEKSUAL DI DUNIA DIGITAL oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang influencer yang akan ikut berpartisipasi.

Kasus kekerasan seksual di dunia siber yang terjadi secara signifikan di masa Pandemi diakibatkan oleh peralihan aktivitas dalam jaringan baik dunia pekerjaan maupun pendidikan. Menurut Rozi Sastra Purna, sebagai Dosen Psikolog, menjelaskan bahwa setiap video atau foto kontroversial yang viral di dunia maya, pihak kepolisian melakukan digital forensik untuk mencari pelaku yang menyebarkan konten asusila. Umumnya kelompok yang paling terdampak maraknya konten pornografi adalah anak-anak. Konten negatif, terutama pornografi bisa menyusup di antara tayangan-tayangan video di dalam aplikasi. Perlu diketahui bahwa proses tumbuh kembang anak bisa terpengaruh apabila terpapar konten asusila. Peran pemerintah sebagai regulator untuk membatasi konten asusila di internet. Tak hanya itu, peran orang tua juga tidak kalah penting sebagai orang terdekat dan yang mengetahui situasi kondisi anak.

Upaya pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah terkait penanganan pelecehan seksual di antaranya kegiatan sosialisasi konten negatif dari sekolah hingga universitas, menciptakan aplikasi penyaring konten akses bagi kaum millenial, sanski bagi pelaku pembuat dan penyebar, dan membina pelaku yang dianggap berbahaya. Untuk menghindar dari adanya aski pelecehan seksual perlu tindakan menjaga diri, tidak terpancing untuk menonton konten negatif, dan berteman dengan orang yang dipercayai. Tak hanya itu saja, perlu juga tanamkan nilai moral dan agama, beri contoh penerapan nilai tersebut dalam kesehatan, dan luangkan waktu bersama keluarga.(***)