OJK Perpanjang Masa Relaksasi Restrukturisasi Kredit Perbankan Selama 1 Tahun

By Maas, SH 08 Sep 2021, 17:57:21 WIB Ekonomi
OJK Perpanjang Masa Relaksasi Restrukturisasi Kredit Perbankan Selama 1 Tahun

Mediajambi.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat dan seluruh perwakilan di seluruh Indonesia menggelar kegiatan Conference Pers secara virtual, serta mengundang awak media untuk membahas memperpanjang masa relaksasi restrukturisasi kredit perbankan selama satu tahun, Rabu (08/09/21).

Perpanjangan masa relaksasi restrukturisasi kredit tersebut mulai dari 31 Maret 2022 menjadi 31 Maret 2023 dan hal ini berlaku bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).

Di kesempatan itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menjelaskan bahwa langkah strategis yang diberikan oleh Presiden RI, Joko Widodo untuk segera menurunkan wabah Covid-19 melalui Panglima TNI Dan Kapolri beserta dengan Pemeritnah Daerah serta Kabupaten Kota Se-indonesia dengan memberikan vaksin ke masyarakat khususnya Provinsi Jambi.

Kebijakan relaksasi kredit terdampak Covid-19 merupakan respon dini dan merupakan kebijakan forward looking untuk mengantisipasi dampak pandemi yang dicanangkan bahkan sebelum ditemukan kasus Covid-19 di Indonesia.

Kebijakan restrukturisasi POJK No.11/POJK.03/2020. Adapun pokok-pokok relaksasi seperti relaksasi penetapan kualitas kredit, penetapan kualitas lancar bagi kredit yang di restrukturisasi, serta tambahan fasilitas penyediaan dana.

Restrukturisasi dapat diberikan untuk kredit UMKM sampai dengan plafon Rp.10 M/non UMKM sampai dengan 31 Maret 2021. Adapun keringanan yang dapat di berikan yakni penurunan bunga/pokok, pengurangan tunggakan bunga/pokok, perpanjangan jangka waktu, Penambahan fasilitas, konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara.
 
Perpanjangan II POJK 11/POJK.03/2020 hingga 31 Maret 2023 untuk menjaga momentum perbaikan kinerja debitur restrukturisasi Covid -19 dan untuk menjaga stabilitas kinerja perbankan serta menghindari potensi gejolak (cliff effect) pada saat POJK 48 berakhir maka pada tanggal 2 September 2021 lalu.

Rapat Dewan Komisioner OJK telah memutuskan untuk memperpanjang kembali kebijakan countercyclical sebagai stimulus bagi perbankan hingga 31 Maret 2023. RPOJK Perubahan Kedua POJK.11/POJK.03/2020 berlaku bagi BUK, BUS, UUS, BPR dan BPRS dan untuk POJK 34/POJK.03/2020 berlaku bagi BPR dan BPRS.

Adapun latar belakang dan tujuan penerbitan POJK tentang Bank umum dan penyelenggaraan produk Bank umum guna mencermati dinamika global, perubahan landscape dan ecosystem perbankan, serta ekspektasi masyarakat akan layanan perbankan ke depan.

Hal itu perlu adanya perubahan ekosistem industri perbankan Indonesia secara kelembagaan untuk dapat mencapai level skala ekonomi yang lebih tinggi, efisien, memiliki daya saing global, serta adaptif terhadap perubahan ekspektasi masyarakat dan kontributif bagi perekonomian nasional.(Yen)




Loading....


Online Support (Chat)

maas_sh