Realisasi Vaksinasi Covid-19 di Provinsi Jambi 47,91 Persen

By Maas, SH 08 Okt 2021, 11:13:49 WIB RAGAM
Realisasi  Vaksinasi Covid-19 di Provinsi Jambi 47,91 Persen

Keterangan Gambar : Realisasi Vaksinasi Covid-19 di Provinsi Jambi


Mediajambi.com -  Realisasi vaksinasi Covid-19 di Provinsi sudah mencapai 47,91 persen atau 1.287.087 jiwa dari target sasaran sebanyak 2.686.193 jiwa. Sedangkan dosis kedua 27,37 persen atau 735.242 jiwa per tanggal 7 Oktober 2021.

Juru bicara penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah mengatakan terget vaksin untuk tenaga kesehatan sebanyak 23.714 orang, petugas pelayanan publik 236.609 orang lansia 222.250 orang, masyarakat umum 1.839.387 orang dan usia 12-17 tahun sebanyak 364.233 orang. "Tenaga kesehatan telah teralisasi 100 persen, pelayan publik 100 persen, lansia 32,98 persen, masyarakat umum 34,16 persen dan usia 12-17 tahun baru 9,87 persen," ujar Johansyah kepada mediajambi.com, Jumat (8/10/2021).

Menurutnya tingkat kesadaran pentingnya vaksinasi sudah cukup tinggi. Namun banyak masyarakat yang datang, namun tidak bisa di vaksin, karena mengidap berbagai penyakit (komorbid). "Kita telah berupaya melakukan sosialisasi pentingnya vaksinasi mulai ditingkat provinsi hingga tingkat Rt. Karena dengan divaksin akan meningkatkan kekebalan kelompok," ucapnya.

Dikatakannya, dengan gencarnya vaksinasi yang dilakukan pemerintah bersama stakeholder, telah terjadi penurunan warga yang terkonfirmasi covid-19. "Kita tetap ingatkan kepada masyarakat walau sudah divaksin tetap mematuhi protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker,  mencuci tangan pakai sabun dan tidak berkerumun. Hal ini untuk memutus rantai penyebaran covid-19," ujarnya.

Dijelaskannya dari 11 kabupaten/kota realisasi vaksinasi tertinggi Kota Jambi mencapai 85,11 persen pada dosis pertama, diikuti Kota Sungaipenuh 50,88 persen, Batanghari 40,85 persen, Tebo 39,95 persen, Muarojambi 38,54 persen, Tanjab Barat 37,71 persen,  Tanjab Timur 37,51 persen, Sarolangun 35,39 persen, Merangin  32, 70 persen, Bungo 30, 97 persen dan Kerinci 25,27 persen.

"Kita bukan tidak mau divaksin, tapi setelah dicek tensi saya mencapai 180. Sehingga batal divaksin dan petugas tidak berani melakukan vaksin. Anak dan isteri saya sudah divaksin kok" ungkap Risnaldi (46) saat ditanya mengapa belum divaksin.

Begitu juga dengan Sukirman (71) mengaku telah datang ketempat vaksin, namun karena penyakit konflikasi yang dideritanya juga gagal divaksin. "Saya punya riwayat sakit jantung, asam urat, lambung dan asma. Ini penyakit orang lanjut usia," ungkapnya.

Petugas vaksin menyarankan mereka melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis sebelum divaksin. "Warga yang hendak divaksin harus jujur dengan penyakit yang diidap. Karena jika dipaksakan akan menimbulkan resiko. Pasalnya vaksin yang disuntikkan adalah virus Covid-19 yang telah dilumpuhkan," ucap seorang petugas vaksin.(maas)

 




Loading....


Online Support (Chat)

maas_sh