Sang Legenda Sepakbola Jambi itu Telah Tiada

By Maas, SH 28 Jul 2021, 09:44:58 WIB Olahraga
Sang Legenda Sepakbola Jambi itu Telah Tiada

INNALILAHI WAINNAILAHI ROJIUN. 

Dunia olahraga Jambi kembali berduka. 

Telah berpulang ke rahmatullah sang Legenda sepakbola Jambi, H Bujang Nasril bin Nawawi Selasa malam (27/7/2021) di RS DKT Kota Jambi. 

Sebagai atlet sepakbola, nama Bujang Nasril cukup terkenal. Lelaki kelahiran Jambi, 7 Maret 1959 ini pernah memperkuat Timnas PSSI tahun 1981-1982. Dia meniti prestasi dengan menjadi pemain bola sejak tahun 1974 di PS POP Jambi dan menjadi atlet Persijam 1974-1979. Nama Bujang meroket saat dia merumput di beberapa klub ternama.

Tahun 2017 lalu, Bujang Nasril mendapat penghargaan dari KONI Provinsi Jambi atlet Jambi berprestasi nasional yang telah mengharumkan nama Jambi. Penghargaan diberikan oleh KONI yang diketuai H Indra Armendaris pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Provinsi Jambi kepada tujuh atlet. Diantaranya legenda tinju Jambi, Heri Maitimu, mantan atlet Volly, Maskur, atlet renang Elvira Rosa Nasution,, atlet dayung, Rasima. Atlet lari, Elliaser Watebosi dan atlet panahan, Syafrudin Mawi.

Saya termasuk wartawan  yang cukup dekat dengan beliau. Sebelum menggantungkan sepatu bolanya di kancah nasional, Bujang dipercaya melatih tim sepakbola Jambi, Persijam dan Persibu Bungo. Kami sering bertemu dilapangan maupun sekedar kongkow kongkow. Selain mahir mengolah bola, ayah dari dua orang anak ini juga jago menganalisa pertandingan bola. Bujang sempat kami ajak menjadi penulis lepas khusus menganalisa pertandingan bola Liga Itali sekitar tahun 1995.

 Pengalamannya sebagai pemain top seangkatan Heri Kiswanto, Ricky Yakob, Aditya Darmadi menjadi salah satu pertimbangan mengajaknya untuk menulis kala itu.

Awalnya dia menulis pakai tangan diatas kerras, lalu setelah dilatih akhirnya dia mampu menulis di komputer sehingga kami tak perlu dua kali menyalin tulisannya. Dia juga sering meminta tulisannya untuk dikoreksi. Namun almarhum cukup cerdas, karena sebentar saja dia jago menulis dan analisanya selalu tepat. Jadilah setiap terima honor menulis, kami ditraktir ya makan nasi bungkus...

Almarhum terkenal ketika bergabung  di klub Yanita Utama (Bogor). Kala itu tahun 1984,  di babak final musim Galatama, Yanita Utama berhasil mengalahkan Mercubuana lewat gol semata wayang Bujang Nasril. Bang Bujang begitu kami biasa memanggilnya, juga terkenal ketika merumput di klub Krama Yudha Tigaberlian yang bermarkas di Kota Palembang. Kelincahan budak Jambi ketika merumput, menarik perhatian PSSI pusat yang kemudian menariknya untuk memperkuat Timnas  PSSI. 

Di tangan pelatih Jaka Utama, Yakob Sihasale, Bujang akhirnya benar-benar jadi legenda pemain sepak bola. Tapi, menurut Bujang, itu tak dia peroleh dengan mudah. Dia menjadi pemain cadangan selama satu tahun. 

"Saya berjuang satu tahun untuk menjadi pemain utama," kata Bujang kepada wartawan Tempo yang sempat mewawancarai. Lalu Bujang merumput di Krama Yudha Tiga Berlian, klub milik Syarnubi Said.  

Saat itu Bujang mulai dekat dengan nama-nama pemain yang kelak menjadi legenda, sebut saja Herry Kiswanto. "Saya sangat mengagumi Herry Kiswanto, selain Subangkit, Mundari Karya, dan Bambang Narto," kata Bujang. Di klub inilah akhir kariernya sebagai pemain bola.

Pasca menjadi pemain bola, suami dari Henni Sarah Yusuf ini sempat menjadi pengusaha penyewaaan tenda dan alat pesta. Satu hal yang selalu dilakukannya adalah terus menjalin silahturahmi. Dia kerap menyambangi teman temannya atau atlet  yang berlatih di lapangan Stadion KONI Tri Lomba Juang sekedar memotivasi. Namun penyakit gula yang dideriranya, lambat laun membuatnya lemah. Hingga akhirnya dia meninggalkan rumput hijau selamanya. Selamat jalan bang Bujang Nasril, pengabdianmu untuk olahraga Jambi akan menjadi ladang amal yang menghadirkan pahala yang terus mengalir untukmu. Selamat jalan patriot olahrgaa Jambi. (Fitriani Ulinda)




Loading....


Online Support (Chat)

maas_sh