Sudah 64,65 Persen Warga Jambi Divaksinasi Covid-19

By Maas, SH 23 Nov 2021, 07:56:28 WIB RAGAM
Sudah 64,65 Persen Warga Jambi Divaksinasi Covid-19

Keterangan Gambar : Warga yang tengah divaksinasi Covid-19


Mediajambi.com -  Hingga saat ini realisasi vaksinasi Covid-19 di Provinsi sudah mencapai 64,65 persen atau 1.736.719 jiwa dari target sasaran sebanyak 2.686.193 jiwa. Sedangkan dosis kedua 43,74 persen atau 1.175.047 jiwa per tanggal 22 November 2021.

Juru bicara penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah mengatakan terget vaksin untuk tenaga kesehatan sebanyak 23.714 orang, petugas pelayanan publik 236.609 orang lansia 107,005 orang, masyarakat umum 897.978 orang dan usia 12-17 tahun sebanyak 317.880 dari target 364.233 orang. "Tenaga kesehatan telah teralisasi 100 persen, pelayan publik 100 persen, lansia 48,15 persen, masyarakat umum 49,02  persen dan usia 12-17 tahun baru 87,27 persen," ujar Johansyah kepada mediajambi.com, Selasa pagi (23/11/2021).

Menurutnya tingkat kesadaran pentingnya vaksinasi sudah cukup tinggi. Namun banyak masyarakat yang datang, namun tidak bisa di vaksin, karena mengidap berbagai penyakit (komorbid). "Kita telah berupaya melakukan sosialisasi pentingnya vaksinasi mulai ditingkat provinsi hingga tingkat Rt. Karena dengan divaksin akan meningkatkan kekebalan kelompok," ucapnya.

Dikatakannya, dengan gencarnya vaksinasi yang dilakukan pemerintah bersama stakeholder, telah terjadi penurunan warga yang terkonfirmasi covid-19. "Kita tetap ingatkan kepada masyarakat walau sudah divaksin tetap mematuhi protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker,  mencuci tangan pakai sabun dan tidak berkerumun. Hal ini untuk memutus rantai penyebaran covid-19," ujarnya.

"Kita bukan tidak mau divaksin, tapi setelah dicek tensi saya mencapai 180. Sehingga batal divaksin dan petugas tidak berani melakukan vaksin. Anak dan isteri saya sudah divaksin kok" ungkap Risnaldi (46) saat ditanya mengapa belum divaksin.

Begitu juga dengan Sukirman (71) mengaku telah datang ketempat vaksin beberapa kali, namun karena penyakit konflikasi yang dideritanya juga gagal divaksin. "Saya punya riwayat sakit jantung, asam urat, lambung dan asma. Ini penyakit orang lanjut usia," ungkapnya.

Petugas vaksin menyarankan mereka melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis sebelum divaksin. "Warga yang hendak divaksin harus jujur dengan penyakit yang diidap. Karena jika dipaksakan akan menimbulkan resiko. Pasalnya vaksin yang disuntikkan adalah virus Covid-19 yang telah dilumpuhkan," ucap seorang petugas vaksin.(maas)

 

 




Loading....