Tangkal Covid-19, Suku Anak Dalam Minum Ramuan Daun Sungkai

By Maas, SH 08 Okt 2021, 09:22:23 WIB DAERAH
Tangkal Covid-19, Suku Anak Dalam Minum Ramuan Daun Sungkai

Keterangan Gambar : Suku Anak Dalam (SAD) yang hidup menjelajah hutan dan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi


Mediajambi.com -  Warga suku anak dalam (SAD) diwilayah Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi juga merasa takut terpapar  wabah Virus Corona atau Covid-19. Namun mereka tidak menyerah karena memiliki resep tradisional atau obat herbal yaitu ramuan yang diyakini bisa menangkal Virus tersebut, yakini ini yakni rebusan daun sungkai.

“Kita sangat percaya dengan meminum Air Rebusan Daun Sungkai bisa untuk mengobati demam tinggi, batuk dahak, dan sakit kepala. Juga kepercayaan kita bisa untuk penangkal Corona Covid-19),“ ungkap Malenggang, warga SAD Kelompok Temenggung Apung di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, tidak semua Daun Sungkai memiliki khasiat yang sama. Umumnya, daun sungkai yang digunakan (direbus) adalah pucuknya atau daun yang masih muda. “ Kami terbiasa menggunakan pucuk Daunnya Sungkai (daun muda-red) bukan daun yang sudah tua, “ jelas Malenggang, meyakinkan.

Air rebusan pucuk Daun Sungkai rasanya lebih pahit daripada Daun Sungkai sudah tua, baginya diakui air dari rebusan pucuk daun sungkai memiliki khasiat serta kemanjuran pemgobatan Covid-19. “ Sejak nenek moyang kami dahulu, rebusan daun sungkai inilah untuk mengobati berbagai macam penyakit. Apalagi demam tinggi, batuk dan pilek. Beberapa kali saja minum air rebusan sungkai langsug sembuh, “ ucapnya.

Dia mengaku sudah sering menguji khasiat air rebusan daun sungkai, seperti beberapa waktu lalu kami sekeluarga demam panas, batuk-batuk dan pilek. Cuma tiga hari saja  minum rebusan sungkai langsung sembuh.  “ Tidak hanya diminum, air rebusan daun sungkai juga bisa digunakan untuk campuran air mandi, hasilnya badanpun segar bugar tambah semangat bekerja, “ ungkapnya.

Wakil Temenggung SAD Tanah Garo Kecamatan Muara Tabir Bambang, mengaku sejak nenek moyang dahulu obat untuk demam panas, batuk dan pilek cukup dengan minum air rebusan daun sungkai. Warga SAD percaya dengan obat-obatan herbal yang tumbuh di hutan-hutan di  diwilayah jelajahnya.

“ Kulit dan akar pohon sungkai juga memiliki khasiat untuk mengobati berbagai penyakit dan hanya saja butuh penambahan atau campuran tanaman lain agar lebih ampuh, bisa dicampur akar bedaro putih, irisan kayu spang lalu direbus dan diminum pakai madu. Itu khasiatnya sangat luar biasa,” ujar Bambang saat dihubungi.

Dikatakannya, warga SAD tidak memakai masker, karena jarang sekali berhubungan dengan orang luar. Mereka umumnya menjelajah hutan-hutan dan perkebunan kelapa sawit yang ada. “Paling hanya sesekali mereka keluar untuk menjual hasil tangkapan ataupun hasil hutan ke pasar,” ujarnya lagi.(maas)

 

 

 




Loading....


Online Support (Chat)

maas_sh