Tetap Semangat Berkurban di Masa Pandemi

By Maas, SH 21 Jul 2021, 17:31:55 WIB RAGAM
Tetap Semangat Berkurban  di Masa Pandemi

Keterangan Gambar : Penyembelihan hewan kurban di RT 49 Kenali Asam Bawah, Kota Baru Jambi


MESKI saat puncak-puncaknya pandemi Covid-19  melanda negeri ini., namun tidak menyurutkan semangat umat Islam untuk berkuban. Perayaan Idul Adha 1442 kali ini, Selasa (20)7) sejumlah masjid/langgar tetap menyembelih hewan kurban namun pelaksanaannya tetap  mematuhi protokol kesehatan.

Ketua Masjid Jamiatul Umat yang juga Ketua RT 49, Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru Jambi H Suparyono menghimbau kepada seluruh kaum muslim menunaikan ibadah mematuhi protokol kesehatan yang ketat yang  ditetapkan pemerintah. “Sebagai Muslim, kita tetap harus menyambut hari raya Idul Adha ini dengan rasa syukur kepada Allah SWT sambil terus mengumandangkan kalimat takbir, tahmid, dan tahlil; memuji keagungan dan kebesaran-Nya, dan mensyukuri segala nikmat dan karunia-Nya,” ucapnya.

Dikatakannya beribadah dan menyembelih hewan kurban dengan protokol kesehatan yang ketat perlu agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Menurutnya ibadah kurban adalah jenis ibadah yang memiliki dimensi sosial sehingga perlu dioptimalkan untuk membantu penanggulangan Covid-19 dengan memperkuat bantuan melalui penyediaan gizi bagi masyarakat, terutama yang infeksi Covid-19. “Untuk itu, pelaksanaannya harus dipastikan sesuai syariah dan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Warga yang mengambil daging kurban juga diwajibkan memakar masker,” ujarnya.

Dalam ajaran Islam sangat penting untuk memelihara dan menguatkan semangat berkurban? Baik berkurban dalam arti udhiyyah  (menyembelih hewan kurban) maupun berkurban dalam pengertian, yaitu mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan kelompok, apalagi pada saat menghadapi bencana yang sangat dahsyat seperti sekarang ini, yaitu pandemi Covid-19.

Di Mesjid At Taqwa Kelurahan Rajawali kota Janbi, pelaksanaan kurban berjalan lancar tanpa berkerumun. Hanya panitia dan beberapa orang orang perwakilan orang yang berkurban yang hadir menyaksikan pemotongan.

Sejak pagi panitia sudah mengumumkan bahwa Herwan kurban akan dibagikan setelah semua terpotong, secara bergilir sore hari. Kebanyakan hewan kurban diantarkan langsung ke rumah penduduk. 

Sementara itu Di lingkungan RT 49 kata Suparyono penerapan protokol kesehatan  dilakukan jauh sebelum Covid-19 melanda negeri ini. Setiap rumah diwajibkan menyediakan tempat cuci tangan, dan sebelum masuk rumah harus mencuci tangan. “Ini  kita terapkan sejak tahun 2018 lalu dan menghantarkan RT 49 menjadi Kampung Bantar pada tahun 2019 lalu. Tradisi ini masih kami pertahanankan sampai saat ini,” ungkapnya.

“Warga yang habis berpergian keluar kota, wajib melakukan rapid test antigen, tujuannya agar lingkungan ini jangan sampai menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Hingga saat ini baru ada tiga keluarga yang terpapar dan Alhamdulillah telah pulih dan dapat berkumpul dengan keluarga setelah dilakukan isolasi mandiri,” ungkap Suparyono.

Selanjutnya dalam menjalankan ibadah baik shalat lima waktu, jamaah masjid wajib memakai masker.  “Kita pasang stiker di depan pintu masjid, “Masuk Masjid Wajib Pakai Masker”. Kita tetap menyediakan masker bagi jamaah yang tidak bawa masker dari rumah,” jelasnya.

Kemudian dalam menjalankan protokol kesehatan pihaknya juga telah membentuk tim satgas Covid-19 tingkat Rt yang tugasnya memantau pergerakan warga. “Jika ada warga yang terpapar cepat diketahui dan dilakukan isolasi mandiri. Warga secara gotong royong  memberi bantuan sembako guna meringankan beban pasien yang terpapar,” ujarnya.(lin)