TPU Pusara Agung Tiada Hari Tanpa Penguburan Korban Covid 19

By Maas, SH 23 Jul 2021, 18:20:02 WIB KOTA
TPU Pusara Agung Tiada Hari Tanpa Penguburan Korban Covid 19

Keterangan Gambar : Pemakaman jenazah korban Covid-19


BUNYI sirine ambulan yang pertama masih belum lama berhenti, sudah terdengar lagi suara sirine ambulan meraung Raung memecah kesunyian siang hari itu. Lalu mobil ambulan berhenti dan pasukan berseragam APD lengkap turun. Tak lama peti jenazah pun diturunkan, sementara prosesi penguburan seorang korban covid baru saja usai dilakukan. Petugas sudah mulai bersiap untuk menguburkan jenazah berikutnya.

Tak nampak kepenatan di wajah para pengubur jenazah itu. Mereka bekerja dengan tenang, suara cangkul bertemu batu menjadi irama tersendiri. Mereka tetap mencangkul, hingga tanah rata dan merekapun pulang. Membuka APD, lalu menyemprot seluruh badan dengan sanitizer, lalu mandi. Terkadang mereka istirahat sejenak di sekitar pusaran, baring baring merebahkan badan. Mereka harus standby karena tidak berapa lama akan ada instruksi penguburan berikutnya. Terkadang malam haripun mereka harus standby untuk menguburkan pasien Corona yang meninggal dunia sore atau malam hari.

Rutinitas itu sudah setahun berlalu dilalukan Iwan dan kawan kawannya.  "Sekarang semakin sering, sehari kadang enam orang dari pagi sampai malam tidak berhenti kami menguburkan korban covid yang meninggal dunia,," ujar Iwan penjaga kuburan TPU Pusaran Agung, tempat dimakamkannya korban Covid19 khusus muslim di Kota Jambi, Selasa malam lalu.

Iwan yang juga petugas penguburan korban Covid 19 itu mengaku sedih karena angka korban covid setiap hari terus bertambah. "Setiap hari selalu ada yang kami kuburkan. Masyarakat hendak nya lebih berhati hati dan jangan lengah, karena korbannya semakin banyak," papar Iwan sedih. Iwan yang juga tinggal di sekitar kawasan TPU itu mengaku lebih sedih lagi jika melihat keluarga korban yang hanya bisa mengantarkan jenazah keluarga nya dari jauh. "Mereka hanya bisa melihat karena proses penguburan kami yang lakukan, kecuali kalau mau mengazankan jenazah silahkan tapi harus menggunakan APD lengkap," paparnya. Proses penguburan dilakukan Iwan bersama empat orang kawannya yang lain. Tugas mereka hanya menutup dan penggalin dilakukan menggunakan alat. "Sekarang jadi terbiasa menguburkan korban covid, awalnya sempat sedih dan kasihan," katanya. 

Hingga Jumat (23/7) pasien yang  terkonfirmasi Covid-19 di Kota Jambi bertambah 251 orang. Padahal sehari sebelumnya hanya 12 orang. Sehingga total kasus 5.515 orang sehingga bertahan  zona merah di Kota Jambi.  Selain itu 28 orang pasien dinyatakan sembuh dan 7 orang dinyatakan meninggal dunia.

Jubir gugus tugas penangganan Covid-19 Kota Jambi Erwandi, mengatakan untuk saat ini penambahan 251 orang pasien kasus terkonfirmasi positif dan 3.907 orang dinyatakan sembuh. "Dengan 28 orang pasien yang dinyatakan sembuh dan 194 orang pasien meninggal dunia. Pasien yang meninggal telah dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19, di pemakaman khusus di Pusara Agung, sedangkan untuk pasien dalam pengawasan ada 1.414 orang," ujarnya.

“Kami selalu menghimbau agar terus terapkan protokol kesehatan pada masa pandemi dalam kehidupan sehari-hari. Kedisiplinan dan kepedulian adalah kunci utama dalam memutus mata rantai penularan wabah Covid-19,” ucapnya.

Dikatakan, Kota Jambi berada diurutan pertama penyebaran Covid-19 di Provini Jambi, diikuti Muaro Jambi dan Batanghari. “Hingga saat ini Pemkot Jambi menutup seluruh area publik, baik tempat wisata taman dan lokasi  lainnya. Bahkan kegiatn usaha juga ditutup sampai pukul 17.00 Wib,” tambahnya.(fitriulinda)




Loading....


Online Support (Chat)

maas_sh