Ingatlah.. Jarak Umur Kita Hanya Antara Adzan dan Sholat

By Maas, S.H 03 Des 2022, 09:46:30 WIB RAGAM
Ingatlah.. Jarak Umur Kita Hanya Antara Adzan dan Sholat

Keterangan Gambar : Apa yang anda lakukan saat azan berkumandang. Langsung sholat atau menundanya?/ist


Mediajambi.com - Umur kita di dunia ini jaraknya sejauh adzan dan sholat, kita lahir di adzankan dan mati disholatkan. Rentang waktu diantara adzan dan sholat itu lah waktu dimana  

kita menjalani kehidupan. Coba kita lihat saat adzan berkumandang, selagi

Baca Lainnya :

menunggu waktu sholat, setiap orang melakukan hal yang berbeda beda, ada yang melakukan sholat sunnah, ada yang berdizikir, membaca Al-Quran, bahkan ada yang masih melakukan pekerjaanya, tertawa tawa, mengobrol, dan lain sebagainya.

Disini dapat kita lihat bahwa setiap manusia memiliki aktivitas yang berbeda beda. Ada yang menghabiskan hidupnya taat kepada Allah, ada yang selama hidupnya

hanya bermain main, bermaksiat, dan lain sebagainya. Padahal dari waktu adzan hingga sholat itu sebentar loh, maksudnya kehidupan kita ini singkat kalau sudah kita meninggal nanti dan disholatkan, tidak akan ada lagi waktu untuk memperbaiki diri. Tinggal penyesalan, karena sudah terlambat. Seperti firman Allah SWT di

dalam Al-Quran surah An Nazi’at ayat 46 :

??????? ?? ?? ???? ?? ?? ?????? ??? ?? ?? ???????????? ??????? ?? ????? ?? ???? ?? ???? ???

Artinya : “Pada hari ini mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari”

Sering kita dengar orang mengatakan, “Wah.. sudah

tidak terasa sudah mau ganti tahun” atau “Nggak berasa ya udah umur segini”.

Kalau kita tanya diri kita sudah berapa tahun kita hidup? Apa saja yang kita lakukan selama ini? Apakah ada hal yang kita lakukan atas nama Allah? Untuk Allah? Atau hanya untuk kesenangan di dunia semata? Padahal kita tidak akan pernah tahu

kapan ajal akan menjemput, betapa banyak orang yang awalnya hanya keluar

rumah untuk pergi kerja naik mobil namun pulang pulang dengan ambulan. Betapa

banyak orang yang mengenakan baju bagus, bermerek namun dilepaskan oleh orang yang akan memandikan jenazahnya. Oleh karena itu kita harus sadar bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah setetes air, kehidupan di akhirat diibaratkan seperti

luasnya samudera. Seperti firman Allah SWT dalam Al-Quran surah Yunus ayat 45 :

?????? ?? ?? ?? ?? ?? ?? ?? ????? ??? ?? ???????????? ??????? ??? ?? ?? ??? ?? ????? ??? ?? ??????? ????? ?? ?????? ?? ??? ???? ?? ????

??

???? ??? ?? ?????????? ???? ???? ?? ? ??????? ?? ??? ???????? ?? ???????

Artinya : Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka,

(mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia)

hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya

rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan 

Mereka tidak mendapat petunjuk.

Jika kita menganggap bahwa hidup di dunia ini adalah segalanya dapat

dipastikan kita akan enggan menyiapkan bekal untuk akhirat. Hidup kita ini bahkan dapat dikatakan lebih singkat lagi karena sesaat sebelum sholat dimulai, ada namanya iqomah yang mana Iqomah ini adalah penanda masuknya waktu sholat,

dan jarak antara adzan dan iqomah ini adalah waktu yang mustajab untuk kita

berdoa kepada Allah, Ini sesuai dengan hadist dari Anas bin Malik yang berkata

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa

antara adzan dan iqamah, maka berdoalah.” (HR. Ahmad).

Namun, terlepas dari apa aktivitas kita selama ‘menunggu’ sholat dan

bagaimana cara kita menghabiskan waktu dari mulai kita diadzani sampai kita disholatkan tiba, maka orang yang melambat-lambatkan sholatnya maka mereka

masuk kedalam golongan orang orang yang merugi sama seperti Fir’aun yang baru

bertaubat saat ajalnya tiba, yang mana itu menjadi sebuah taubat yang sia-sia dan

beruntunglah mereka yang masih sempat untuk menegakkan sholat dengan

berjamaan sesaat setelah dikumandangkanya iqomat, masuk lah mereka ke

golongan orang yang beruntung karena sempat taubat sebelum ajalnya tiba. Namun

golongan ini bagaikan sedang berjudi, karena seakan akan ia tahu dia akan

meniggal dikisaran umur 60 tahunan, sehingga ia menunda-nunda untuk beramal

padahal bisa saja ajalnya tiba sebelum waktu yang ia perkirakan.. Namun, walaupun

semisalnya mereka beruntung diterima taubatnya oleh Allah SWT, tetap saja pasti

akan menyesal karena mereka tidak bisa mencapai tingkatan surga yang lebih tinggi

atau paling tinggi. Lalu, ada golongan yang sangat sangat beruntung, orang orang

yang telah menyiapkan bekalnya sebelum ajalnya menjemput.

Salah satu penyebab kenapa manusia terbuai dengan kenikmatan dunia itu

disebabkan cintanya kepada dunia. Mereka yang hanya mengejar dunia, bahkan

kadang ada yang melakukan amal hanya untuk dunia. Sesungguhnya islam tidak

melarang umatnya untuk mencari dunia, tidak melarang untuk menjadi kaya atau

mengharuskan menjadi miskin, tidak seperti itu. Akan tetapi cara mendapatkan dan

memanfaatkannya itu sesuai dengan ajaran agama islam. Namun, jangan juga

meninggalkan dunia hanya untuk mendapatkan kehidupan diakhirat yang lebih baik.

Seperti tidak bersosialisasi dengan keluarga, saudara, dan teman atau tidak mencari

ilmu keluar. Padahal dunia ini adalah sarana untuk memanen amal amalan untuk

kehidupan di akhirat nanti. Seperti firman Allah SWT dalam Al-Quran surah Al-Kahf

ayat 46 :

??? ????? ?????????? ?? ????? ?? ??? ?????? ?? ??????????? ????????????? ?? ?? ?????? ??? ?? ?????? ????? ????? ?? ???????? ?? ??????

?

?

?? ??

Artinya: Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalanamalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhan Mu serta menjadi lebih baik untuk menjadi harapan.

tanggung jawaban atas apa saja yang kita lakukan di dunia, baik itu amal

kebaikan maupun sebaliknya. Persiapkanlah kehidupan akhirat sebaiknya,

siapkanlah bekal sebanyak banyaknya, kematian dapat datang kapan saja. Jangan

sampai saat maut menjemput saat kita sedang melakukan maksiat kepada Allah.

Demikian tulisan ini saya buat, Wallahu A’lam Bish shawabi. Wassalamu’alaikum 

Ditulis oleh Larasyah




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment