Mantan Sprinter Itu Kini Bergelar Profesor

By Maas, S.H 19 Jan 2023, 09:56:50 WIB Olahraga
Mantan Sprinter  Itu Kini Bergelar Profesor

Keterangan Gambar : Prof. Dr. Drs. Sukendro, M.Kes., AIFO kini dikukuhkan menjadi guru besar


MediajambiNews com - Berangkat dari nol, Prof. Dr. Drs. Sukendro, M.Kes., AIFO kini dikukuhkan menjadi guru besar, Gurunya guru. Pengukuhan berlangsung di  Balairung Pinang Masak, Universitas Jambi, Mendalo yang dilakukan langsung oleh Rektor Unja Prof Sutrisno, Kamis (19/1/2023).

Ada sepuluh guru besar yang  dikukuhkan yaitu Prof. Dr. Drs. Ali Idrus, M.Pd., ME. (FKIP), Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si. (FST), Prof. Drs. Maison, M.Si., Ph.D.,CIQaR., CIQnR. (FKIP), Prof.Ir. M.Afdal, M.Si.,M.Phil., Ph.D. (Fakultas Peternakan), Prof. Dr. Drs. Syaiful, M.Pd. (FKIP), Prof.Dr.Ir. Depison, MP (Fakultas Peternakan) Prof. Hadiyanto, S.Pd., M.Ed., Ph.D,(FKIP), Prof. Dr. Helmi, SH, MH (Fakultas Hukum) Prof. Dr. Drs. Syahmardi Yacob, MBA (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) Prof. Dr. Drs. Sukendro, M.Kes., AIFO (FKIP).

Pria berdarah Jawa kelahiran Aceh, 14 September 1965 ini telah sah menyandang gelar profesor olahraga. Keparipurnaanya bukan gelar kehormatan.

Baca Lainnya :

Profesor olahraga yang  disandang adalah buah cintanya pada olahraga. Prestasi olahraga dan akademi menyempurnakan panggilan hatinya di olahraga. 

"Saya tidak pernah berpikir bakal ada di titik yang sekarang," ujarnya.

Apalagi berangkat dari atlet. Sangat jarang atlet yang sukses saat berkarir di olahraga, juga sukses secara akademis. 

Pindah ke Jambi 1992, Sukendro muda mengisi skuad atletik Jambi pada pesta olahraga nasional Haornas I di Solo 1983. "Mewakili Jambi, saya lolos ke level nasional. Medali saya raih di kejurnas untuk tampil di Solo," katanya. 

Keberhasilannya menembus level nasional lari jarak pendek atau sprint tak didapat dengan mudah. Sejak sekolah dasar, bakatnya ditemukan gurunya saat masih di Medan. 

Waktu itu di sekolahnya ada lomba lari. Tanpa spike -sepatu khusus lari- ia melibas lawan-lawannya. "Padahal lawan-lawan saya adalah yang sudah lama berlatih dan dengan perlengkapan mumpuni, sementara saya 'nyeker'," imbuhnya. 

Namun itu tak membuatnya keder. Tanpa ampun ia lewati lawan-lawannya.

Hingga akhirnya ia pun jadi salah satu sprinter andalan Sumut pada masa itu. Saat itulah kemudian ia dilirik Jambi hingga akhirnya memperkuat tim atletik Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. 

Karir atletnya pun berakhir di Jambi. Fokus pun pindah menjadi dosen olahraga di Universitas Jambi. "Saya sadar kemampuan di karir atlet ada batasnya seiring usia," tutur pria humble ini. 

Menjadi pengajar di Unja tak melenakannya. Passion-nya di olahraga bergolak. Ia tak puas hanya sebagai dosen. 

Ia pun banyak terlibat di kepengurusan beberapa cabang olahraga. Menjadi pengurus di beberapa cabor pun ia lakoni. 

Tak sekadar pengurus. Ia banyak terlibat langsung di teknis pembinaan. Kepercayaan masyarakat atas kemampuannya terjaga sampai sekarang. 

Beberapa jabatan strategis di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi pun diamanahkan padanya. Mulai dari pengurus biasa, kabid pembinaan prestasi hingga sekretaris umum. 

Itu semua tak lepas dari segala karya ilmiahnya tentang olahraga Jambi. Bahkan kini didapuk mengisi jabatan wakil sekretaris bidang sumber daya manusia staf ahli Gubernur Jambi. 

Tak hanya itu. Beberapa posisi ketua dan sekretaris umum pun tak pernah jauh dari Prof. Sukendro. 

Ketua Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (Isori) Jambi pun sampai dua kali dijabatnya. Termasuk sebagai sekretaris Bapomi dan Bapopsi. 

Passion dan energi positifnya tak terbendung.  Satu tulisan ilmiahnya kemudian berhasil masuk jurnal internasional bereputasi tinggi.

Student acceptance to Distance Learning during Vovid-19; The Role of Geographical Areas among Indonesia's Sport Science Students, adalah tulisan ilmiahnya yang kemudian membuatnya sah menyandang gelar profesor. 

Masih enerjik di usia yang tak lagi muda, Sukendro kini jadi "junjugan" (tempat mengadu segala sesuatu) tentang olahraga. Sangat pantas.

Pengalamannya sebagai atlet yang memulai karirnya dari nol hingga kemampuan akademisnya sangat layak dijadikan referensi. Bahkan inspirasi dan konsultasi semua insan olahraga. 

Dia layak menerima gelar ini karena pernah berkecimpung di dunia olahraga secara praktis. Tak hanya bergelimang teori. 

Insan olahraga Jambi masih dan akan membutuhkan tenaga dan sumbangsih pemikiran Prof. Sukendro. Banyak yang harus dibenahi di olahraga Jambi. (mas)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment