Menelusuri Jejak Sejarah Candi Muara Jambi hingga Borobudur, Membuka Jalan Wisata Jambi-Yogyakarta

By MS LEMPOW 05 Okt 2026, 13:15:35 WIB Nasional
Menelusuri Jejak Sejarah Candi Muara Jambi hingga Borobudur, Membuka Jalan Wisata Jambi-Yogyakarta

Keterangan Gambar : Menelusuri Jejak Sejarah Candi Muara Jambi hingga Borobudur, Membuka Jalan Wisata Jambi-Yogyakarta


Mediajambi.com - Jejak peradaban masa lalu mempertemukan dua kawasan yang kini berada di provinsi berbeda. Candi Muara Jambi di Provinsi Jambi dan Candi Borobudur di Yogyakarta tidak hanya menyimpan kemegahan sejarah, tetapi juga menyisakan benang merah perjalanan budaya dan intelektual pada masa lampau.

Potensi keterkaitan sejarah tersebut menjadi salah satu perhatian Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Jambi saat mengajak sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (Forweb) Jambi mengunjungi Candi Borobudur, Sabtu (3/10/2026).

    Kunjungan tersebut tidak sekadar melihat kemegahan Borobudur sebagai salah satu warisan budaya dunia. Lebih jauh, kegiatan itu menjadi momentum untuk melihat bagaimana sejarah dapat dikembangkan menjadi kekuatan baru bagi sektor pariwisata Jambi.

    Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Robby Fathir Nashary, mengatakan terdapat sejumlah kesamaan yang menarik antara Candi Borobudur dan kawasan Candi Muara Jambi.

    Menurutnya, salah satu indikasi tersebut dapat dilihat dari keberadaan stupa yang memiliki karakteristik batu andesit. "Kalau kita lihat di beberapa bagian, ada stupa yang terbuat dari batu andesit. Sementara Candi Muara Jambi sebagian besar berbahan batu bata merah. Ini menjadi salah satu hal menarik untuk melihat adanya keterkaitan sejarah antara kedua kawasan tersebut," ujar Robby.

    Robby menjelaskan, kawasan Candi Muara Jambi memiliki karakter yang berbeda dengan Borobudur. Borobudur dikenal sebagai pusat peribadatan Buddha, sedangkan kompleks percandian Muara Jambi diduga kuat memiliki fungsi sebagai pusat pembelajaran dan pendidikan agama Buddha pada masanya.

    Dengan posisi tersebut, Muara Jambi tidak hanya penting sebagai peninggalan arkeologi, tetapi juga sebagai jejak pusat pengetahuan yang pernah berkembang di kawasan Asia Tenggara. "Jadi ada figur di Candi Muara Jambi yang menunjukkan adanya orang yang sangat dihormati. Ini menjadi salah satu indikasi keterkaitan kedua candi tersebut," katanya.

    Konektivitas Jambi–Yogyakarta

    Menurut Robby, potensi sejarah tersebut akan semakin kuat apabila dibarengi dengan konektivitas antardaerah yang baik. Saat ini, konektivitas Jambi dengan Yogyakarta sudah semakin terbuka, salah satunya melalui penerbangan yang menghubungkan kedua daerah.

    Namun, konektivitas udara saja belum cukup. Tantangan berikutnya adalah bagaimana memperbaiki akses transportasi menuju destinasi wisata sehingga wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga merasa nyaman untuk tinggal lebih lama.

    "Kalau konektivitas sudah ada, persoalannya bagaimana akses transportasi di destinasi bisa dibenahi. Harapannya wisatawan betah, tinggal lebih lama dan kemudian kembali lagi," ujarnya.

    Konsep tersebut dinilai relevan untuk dikembangkan di kawasan Candi Muara Jambi.

    Kawasan cagar budaya tersebut tidak berdiri sendiri. Terdapat sedikitnya delapan desa yang menjadi kawasan penyangga. Keberadaan desa-desa tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal.

    Artinya, pengembangan Candi Muara Jambi tidak cukup hanya dengan membangun atau mempercantik kawasan candi. Ekosistem di sekitarnya juga harus diperkuat, mulai dari akses transportasi, akomodasi, kuliner, ekonomi kreatif hingga produk UMKM masyarakat.

    Jika dikelola secara terpadu, kawasan Muara Jambi berpotensi menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

    Dayat, storyteller Museum Borobudur, menjelaskan bahwa Candi Borobudur memiliki struktur bertingkat yang menyimpan cerita berbeda pada setiap bagiannya.

    Borobudur memiliki 10 lantai yang masing-masing mempunyai makna dan cerita tersendiri.

    Setiap bagian tidak hanya menghadirkan bentuk arsitektur yang mengagumkan, tetapi juga menggambarkan perjalanan kehidupan manusia serta ajaran Buddha.

    Menurutnya, kekuatan utama Borobudur bukan hanya pada bangunan fisiknya. Nilai sejarah, filosofi dan cerita yang menyertainya menjadi daya tarik yang membuat wisatawan datang dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

    Hal inilah yang menjadi pelajaran penting bagi pengembangan Candi Muara Jambi.

    Muara Jambi memiliki modal sejarah yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana sejarah tersebut dikemas menjadi cerita yang menarik, mudah dipahami dan mampu memberikan pengalaman bagi wisatawan.

    Dengan demikian, wisatawan tidak sekadar datang untuk melihat bangunan candi, tetapi pulang membawa cerita tentang peradaban besar yang pernah tumbuh di Jambi.

    Sejarah sebagai Mesin Ekonomi Baru

    Kunjungan jurnalis Forweb Jambi ke Borobudur menjadi bagian dari upaya melihat potensi tersebut dari perspektif yang lebih luas.

    Candi Muara Jambi tidak semestinya hanya dipandang sebagai situs sejarah. Kawasan ini dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis sejarah, pendidikan, budaya dan ekonomi masyarakat.

    Konektivitas Jambi dengan berbagai daerah, termasuk Yogyakarta, menjadi modal awal. Namun konektivitas tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas destinasi.

    Transportasi lokal, fasilitas wisata, pusat informasi, pemandu, kebersihan, kuliner, penginapan hingga atraksi budaya harus bergerak dalam satu ekosistem.

    Jika seluruh elemen tersebut terintegrasi, Candi Muara Jambi bukan hanya menjadi tempat untuk mengenang masa lalu, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan ekonomi baru di masa depan.

    Sejarah pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang masa lalu. Di tangan pengelolaan yang tepat, sejarah dapat menjadi alasan wisatawan datang, tinggal lebih lama, kembali lagi, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya.(maas)

     




    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Semua Komentar

    Tinggalkan Komentar :