PT Royal Lestari Utama Lakukan Pembinaan Petani Berkelanjutan
Program pembinaan petani berkelanjutan raih penghargaan Gold Champion BISRA 2022

By Maas, S.H 15 Jul 2022, 14:04:07 WIB PERTANIAN
PT Royal Lestari Utama Lakukan Pembinaan Petani Berkelanjutan

Keterangan Gambar : PT Royal Lestari Utama Lakukan Pembinaan Petani Berkelanjutan


Mediajambi.com (Jakarta)– PT Royal Lestari Utama (RLU) perusahaan karet alam berkelanjutan terus melakukan pembinaan terhadap petani di sekitar kawasan hutan melalui program Community Partnership Program (CPP). Melalui program CPP ini petani secara berkelanjutan mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas termasuk teknik budidaya dan penyadapan karet yang tepat untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kebun karet mereka.
Miswanto, anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) salah satu mitra PT RLU, menuturkan pengalamannya bekerja sama dengan RLU. “Melalui program Kemitraan Kehutanan yang dilakukan RLU kami memahami bagaimana mengelola tanaman karet secara produktif sehingga bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik,” ujar Miswanto.

Selain Kelompok Tani Hutan (KTH), RLU juga memberdayakan para petani perempuan melalui pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan program-program yang mengoptimalkan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman pangan, sehingga dapat membantu menopang kebutuhan pangan dan ekonomi keluarga. 
RLU juga mengembangkan berbagai upaya dukungan dan kerja sama dengan Komunitas Orang Rimba (Suku Anak Dalam) di Jambi, yang merupakan Kelompok Adat Terpencil (KAT). Berbagai program yang telah dilaksanakan PT RLU, diantaranya bantuan pendidikan kepada anak usia sekolah, bantuan kesehatan serta budi daya tanaman pangan yang dilakukan bekerjasama dengan pemerintah, LSM, dan Perguruan Tinggi. Semua program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok tani maupun Orang Rimba.

Berkat program yang dijalankan secara berkelanjutan ini, RLU kembali menerima penghargaan Gold Champion dari Bisnis Indonesia Social Responsibility Award (BISRA) 2022 untuk kategori perusahaan swasta asing. Pada tahun 2021, RLU juga meraih penghargaan yang sama di ajang tahunan yang memberikan apresiasi bagi perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab sosial sesuai dengan praktik penyelenggaraan tanggung jawab sosial dan lingkungan, serta prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). 
Dewan juri BISRA 2022, Vivi Yulaswati, yang juga mewakili Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional menyampaikan harapannya bahwa perusahaan tidak hanya melihat Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagai amanat Undang-Undang, tetapi dapat terus mengembangkan kinerja tanggung jawab sosial dan berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Senada dengan hal ini, Susanto Samsudin, dewan juri BISRA 2022 yang juga National Director Habitat for Humanity Indonesia menjelaskan bahwa apresiasi ini bertujuan sebagai proses pembelajaran dan meningkatkan best practices. Selain itu, acara ini juga ingin menginspirasi kemitraan dari berbagai pihak dalam mendukung pencapaian SDGs. 
“Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan kinerja kami sebagai perusahaan karet alam yang berkelanjutan. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak dan tim kerja yang bekerja dengan penuh dedikasi sehingga saat ini RLU dapat bekerja sama dengan 730 petani kecil,  memberi dampak peningkatan kesejahteraan bagi sekitar 3.650 orang di desa sekitar wilayah kerja. RLU menyisihkan +39.000 ha wilayah kerjanya untuk konservasi, keanekaragaman hayati termasuk 9.700 ha sebagai Wildlife Conservation Area,” jelas Direktur PT RLU, Jan Jacobus Blaauw.
RLU melalui anak usahanya mengelola 88.000 hektar area Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk dikembangkan menjadi area tanaman karet yang berkelanjutan. RLU dinilai telah berhasil meningkatkan penerimaan sosial, kerja sama yang harmonis dengan masyarakat dan mampu meningkatkan pendapatan para petani melalui Community Partnership Program (CPP).  Melalui CPP, RLU juga mengembangkan kerja sama kemitraan kehutanan yang saling menguntungkan bagi petani, mulai dari pembentukan kelompok, peningkatan kapasitas dalam budidaya karet dan agroforestri, perluasan akses produk pertanian ke pasar, serta memperkuat ketercukupan pangan melalui program pertanian terpadu. (***)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment