Ketua DPRD kota Jambi Tindak lanjuti Keluhan Banjir Warga RT 16 Solok Sipin

By MS LEMPOW 01 Apr 2026, 22:36:58 WIB KOTA
Ketua DPRD kota Jambi Tindak lanjuti Keluhan Banjir Warga RT 16 Solok Sipin

Keterangan Gambar : Ketua DPRD kota Jambi Tindak lanjuti Keluhan Banjir Warga RT 16 Solok Sipin


Mediajambi.com– Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly (KFA), kembali menunjukkan gaya kepemimpinan yang responsif saat melaksanakan reses di daerah pemilihannya, Rabu (1/4/2026).

Bertempat di Bumi Perkemahan Cadika, RT 01, Kelurahan Telanaipura, kegiatan serap aspirasi itu berlangsung penuh antusias. Ratusan warga memadati lokasi, menciptakan suasana yang tidak hanya ramai, tetapi juga sarat harapan.

Reses kali ini terasa istimewa. Selain dihadiri masyarakat dalam jumlah besar, kegiatan tersebut juga dihadiri Anggota DPR RI Dapil Jambi, Cek Endra, serta Wali Kota Jambi, Maulana.

    Kehadiran lintas level pemerintahan ini menjadikan forum reses bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang sinkronisasi langsung antara aspirasi warga dan kebijakan pemerintah.

    Sejak awal, suasana dialog berlangsung hangat namun kritis. Warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka rasakan, mulai dari infrastruktur lingkungan hingga persoalan layanan dasar.

    Namun, dinamika reses mencapai puncaknya saat sesi tanya jawab menjelang akhir kegiatan. Keluhan serius disampaikan warga terkait kondisi pemukiman di RT 16, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin yang kerap dilanda banjir saat hujan turun.

    Alih-alih menampung aspirasi itu sebagai catatan semata, KFA memilih langkah berbedabbertindak cepat, Tanpa jeda panjang, ia langsung mengajak tim teknis dari Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR, Perumda Tirta Mayang, serta pihak kecamatan dan kelurahan untuk turun langsung ke lokasi yang dimaksud. Langkah ini sontak mengubah wajah reses dari sekadar forum diskusi menjadi aksi nyata di lapangan.

    “Hasil tinjauan langsung kami, memang ditemukan drainase yang tidak berfungsi maksimal dan menyebabkan genangan bahkan banjir saat hujan. Selain itu, jalur pipa PDAM di lokasi ini juga akan ditata ulang karena turut menghambat aliran air,” tutur KFA.

    Dari hasil peninjauan tersebut, terlihat jelas bahwa persoalan banjir bukan hanya soal curah hujan, melainkan persoalan teknis yang selama ini belum tertangani secara optimal.

    Ketua DPRD kota Jambi memastikan, temuan di lapangan tidak akan berhenti sebagai laporan. Dinas PUPR dan Perumda Tirta Mayang, kata dia, telah menyatakan kesiapan untuk segera melakukan pembenahan.

    Namun, di balik rencana perbaikan itu, muncul tantangan yang tak kalah krusial keterbatasan lahan untuk pengembangan drainase. Di titik inilah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menemukan maknanya.

    “Alhamdulillah setelah bernegosiasi, ada warga sekitar bersedia menghibahkan tanah pribadi untuk pengembangan drainase sehingga proses perbaikan bisa cepat dilakukan. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada warga pemilik tanah itu,” kata KFA.

    Kesediaan warga tersebut menjadi potret kuat semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat. Sebuah kontribusi nyata yang membuka jalan bagi solusi jangka panjang.

    Rangkaian reses pun akhirnya tidak hanya meninggalkan deretan aspirasi, tetapi juga melahirkan langkah konkret penyelesaian masalah. Kunjungan lapangan yang dilakukan bersama tim teknis menjadi bukti bahwa pendekatan langsung masih menjadi cara paling efektif dalam memahami persoalan masyarakat secara utuh.

    Reses ini seolah menegaskan satu hal: ketika wakil rakyat hadir, mendengar, dan bergerak cepat, maka kepercayaan publik bukan sekadar harapan melainkan sesuatu yang bisa dibangun dan dirasakan bersama.(*)




    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Semua Komentar

    Tinggalkan Komentar :