Tari Mujuk Padi BuntingTampil Memukau di Panggung FLS3N tingkat Korwil I Dinas Pendidikan Kota Jambi

By MS LEMPOW 17 Apr 2026, 14:46:14 WIB RAGAM
Tari Mujuk Padi BuntingTampil Memukau di Panggung FLS3N tingkat Korwil I Dinas Pendidikan Kota Jambi

Keterangan Gambar : Tari Mujuk Padi BuntingTampil Memukau di Panggung FLS3N tingkat Korwil I Dinas Pendidikan Kota Jambi


Mediajambi.com – Keindahan budaya lokal kembali bersinar di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Korwil I Dinas Pendidikan Kota Jambi. Meski hanya berhasil membawa pulang gelar Juara II, penampilan tari kreasi berjudul "Mujuk Padi Bunting" dari tim SD Negeri 66 Kota Jambi sukses memukau para juri dan penonton.

Tarian yang dibawakan oleh tiga siswi berbakat—Syakira Putri Aqila Yusuf, Khairunnisa Rafanda, dan Tanaya Carol Hasiholan Simbolon—ini tidak hanya menampilkan gerakan yang indah, tetapi juga menyimpan filosofi mendalam tentang hubungan manusia dengan alam dan tradisi leluhur.

Filosofi di Balik Gerakan: Lebih dari Sekadar Tarian

    "Mujuk Padi Bunting" bukan sekadar kreasi seni semata, melainkan representasi dari tradisi masyarakat Muaro Jambi yang sudah diwariskan turun-temurun. Istilah "Padi Bunting" merujuk pada fase ketika bulir padi mulai mengisi dan membesar. Pada momen ini, masyarakat melakukan ritual unik untuk menjaga hasil panen.

    Secara tradisional, warga akan beramai-ramai pergi ke sawah, makan bersama, dan menggantungkan berbagai jenis buah-buahan di tepi persawahan. Buah-buahan tersebut sengaja dibiarkan menjadi santapan bagi burung dan hama, sehingga padi utama tetap aman dan bisa tumbuh dengan maksimal.

    Dalam tarian ini, koreografer Mugi Ari Saputra S.Sn berhasil menerjemahkan momen tersebut menjadi gerakan yang luwes dan ekspresif. Para penari menggambarkan kegembiraan anak-anak yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya membantu orang tua, tetapi juga bermain, berimajinasi, dan menikmati kebersamaan di tengah hamparan sawah yang hijau.

     Makna yang ingin disampaikan

     - Merawat Alam: Mengajarkan cara hidup berdampingan dengan alam secara bijak.

    - Menjaga Budaya: Melestarikan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas daerah.

    - Energi Sosial: Menanamkan rasa kebersamaan dan kebahagiaan sejak usia dini.

     Seperti yang tergambar dalam pertunjukan tersebut, "Alam dijaga dengan ritual, jiwa anak-anak dijaga dengan kegembiraan."

    Dedikasi dan Kerja Keras Tim

    Keberhasilan tampil memukau ini tentu tidak lepas dari kerja keras seluruh tim. Di bawah bimbingan Kepala Sekolah Aziza, S.Ag., M.Pd, serta didampingi guru pembimbing Yuni Arsanti, S.Pd.Gr, tarian ini dipersiapkan dengan matang.

    Dukungan profesional juga datang dari komposer musik Awang Permadi S.Sn yang mengemas irama khas daerah, serta penataan kostum dari Yustira Costume dan riasan wajah oleh Ajeng Briliant, yang semakin memperkuat visualisasi tema pedesaan dan tradisi.

    Tari Mujuk Padi Bunting telah membuktikan bahwa seni tradisi jika dikemas dengan apresiasi yang tepat, akan tetap relevan dan mampu memukau penonton di era modern, sekaligus menjadi media edukasi yang efektif bagi generasi muda untuk mencintai budaya sendiri.

    SD 66 Kota Jambi: Sekolah Berprestasi di Berbagai Bidang

    Kiprah SD Negeri 66 di ajang FLS3N kali ini membuktikan bahwa sekolah ini tidak hanya unggul dalam satu bidang, melainkan memiliki talenta yang beragam. Selain meraih Juara II dalam kategori Tari Tradisi/Kreasi, sekolah ini juga menyabet berbagai piala bergengsi lainnya, antara lain:

    - Juara 1 Pantomime

    - Juara 1 Bulutangkis Putri

    - Juara 1 Menulis Cerita

    - Juara II Bulutangkis Putra

    - Juara II Atletik

    - Juara II Bakiak

    - Juara III Madang

    - Juara III Karate Putri

    - Juara III Renang Putri

    Ragam prestasi ini menunjukkan komitmen SD 66 dalam mengembangkan potensi siswa, baik di bidang seni, olahraga, maupun akademik.(maas)




    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Semua Komentar

    Tinggalkan Komentar :