- Sukses Panen Jagung dan Tomat, Petani Binaan Pertamina EP Jambi Field Siap Garap Lahan yang Lebih Luas
- Walikota Maulana Terharu: Usulan Lahan Sekolah Rakyat Diterima Mensos, Legalitas Dinyatakan Clean and Clear
- Polda Jambi Siap Razia Kendaraan Mati Pajak, Dimulai 21 April 2025
- Pemkot Jambi Buka Seleksi Terbuka Calon Pimpinan BAZNAS 2025–2030, Kadis Kominfo: Kami Ajak Tokoh Islam Profesional Berkontribusi
- Pemkot Jambi Salurkan Bantuan Rp91 Juta untuk Korban Bencana dan Kebakaran
- Wawako Diza: Pemkot Jambi Gencarkan Tes Urine dan Sweeping Judi Online di Kalangan ASN
- Walikota Jambi Hadiri Peluncuran SP2D Online, Langkah Baru Menuju Keuangan Daerah Bebas Korupsi
- Walikota Maulana Meluncurkan Kebijakan Percepatan Layanan BPHTB
- Gelontorkan Dana Rp4,1 Miliar dari BTT, Pemkot Jambi Bangun Jembatan Baru di Jalan Sari Bakti
- Maulana dan Diza Resmi Sandang Gelar Pemangku Adat dan Sri Purwaningsih Dianugerahi Gelar Datin : Tanda Cinta Masyarakat Kota Jambi
Pemuda Merangin Jelajahi 28 Kota di Indonesia Menjajakan Kopi Jambi

Keterangan Gambar : Pemuda Merangin Jelajahi 28 Kota di Indonesia Menjajakan Kopi Jambi
Mediajambi.com - Memulai titik pertama di Kota Jambi, Fery
dan Novan memulai perjalanan darat Merangin to Bali untuk mengenalkan kopi
Jambi. Ada 28 kota yang akan dilalui
Pemuda Merangin ini selama 56 hari.
Mereka ingin menjajakan kopi Jambi ke seantero negeri, sekaligus
menyalurkan bakat seninya di bidang tarik suara dan mencipta lagu.
"Di setiap titik poin kami akan berhenti saya akan
menjual dan mengenalkan kopi Jambi, sambil menyanyikan lagu ciptaan saya sendiri.
Inilah cara saya untuk berkarya, menyampaikan kebersamaan cinta dari
Kopi," ujar Fery saat ditemui tengah mangkal di Pameran Pembangunan Jambi
di Halaman Kantor Gubernur Jambi, Sabtu sore (6/1/2024).
Tempat ini merupakan lokasi pertama yang dikunjunginya,
setelah start dari Merangin, 3 Januari 2024 lalu. Perjalanan yang dinamakannya,
journey for son, kebersamaan dalam cinta ini akan berakhir di Bali, 26 Februari
mendatang.
"Saya disuport penuh orang tua lewat doa mereka dan
mendedikasikan perjalanan ini untuk anak, dengan target bisa membuat buku
tentang kopi," paparnya. Awalnya Fery akan melakukan perjalanan ini
seorang diri, namun di tengah persiapan dia bertemu Novan yang memiliki
keinginan yang sama.
Fery mengakui ide ini muncul karena rasa cinta terhadap dua
anaknya, yang saat ini sulit ditemuinya. "Saya memang ada persoalan
keluarga, saya ingin menyembuhkan rasa di hati ini dengan hal hal yang positif
dan membanggakan anak saya," paparnya. Namun dia tegas tegas menyatakan
tidak terlibat narkoba.
Mengaku hanya berbekal bensin mobil full, mereka bersyukur
mendapat suport dari sesama penggiat kopi Jambi yang siap mengirimkan produksi
kopinya di setiap kota yang dilewati. "Alhamdulillah selain membawa
sendiri Kopi Jangkat kita juga disuport produk kopi kawan kawan dari kota
lainnya," jelas Fery. Ada tiga jenis kopi Jambi yang akan dijajakannya,
mulai dari Arabica, Robusta juga Liberika. "Kita akan berhenti dan membuka
cafe mini. Kita juga akan roasting kopinya langsung ditempat," jelasnya.
Hasil penjualan kopi itulah yang nantinya mensuport perjalanan mereka. Fery
menjual kopi Espresso, yaitu
Jenis kopi yang dihasilkan dengan menggunakan tekanan tinggi
dari air panas atau mendidih dan melalui keping kopi yang telah digiling sangat
halus.
Selama perjalanan mereka juga akan bersilahturahmi dengan
penggiat kopi daerah lainnya dan belajar mengenal kopi dari berbagai daerah di
Indonesia. (Lin)