Mau Sarapan Pagi Ayo Mampir ke Lontong Balap Macan di Gang Siku Kota Jambi

By Maas, S.H 21 Des 2022, 15:24:43 WIB USAHA
Mau Sarapan Pagi Ayo Mampir ke Lontong Balap Macan di Gang Siku Kota Jambi

Keterangan Gambar : Mau Sarapan Pagi Ayo Mampir ke Lontong Balap Macan di Gang Siku Kota Jambi/f-lin


Mediajambi.com - Lontong Balap Macam, ini nama tempat sarapan pagi yang perlu anda coba. Tempatnya terpencil di dalam Gang Siku Pasar Los di Pusat Pasar Kota Jambi. Tetapi pembelinya cukup ramai, tidak hanya pedagang, karyawan toko juga para pegawai kantor dan masyarakat umum. Selain menyediakan menu utama lontong, Macan alias Mama Cantik juga menyiapkan menu berganti setiap pagi, seperti nasi gemuk, atau nasi goreng juga mie goreng atau mie rebus. Kuah lontong sayur yang dijual di tempat ini juga berganti setiap harinya, terkadang pakai kuah nangka campur buncis atau sayur pakis.
 Ada juga aneka kue, mulai dari ketan kelapa, bakwan, onde onde, martabak, hingga Sabu, alias sara bulek. Yaitu gorengan dari campuran tepung dan ikan diberi bumbu. Untuk minuman tersedia, kopi, teh, kopi susu hingga te Talua atau teh telur.  
Soal rasa tidak perlu diragukan lagi, kuahnya kental, gurih dan bumbunya terasa. Lontongnya terbuat dari daun kelapa dan lembut. Soal harga, standar dan relatif terjangkau. Satu piring lontong dengan telur bulat hanya Rp 10.000. Sedangkan kue kue Rp 1.500 dan minuman teh telur Rp 12.000 per gelas.
Warung lontong macan ini buka setiap hari, mulai pukul 6.30 wib hingga siang, pukul 12.00 wib.
Susi si Mama Cantik, pemilik toko Lontong  Balap Macan mengatakan sudah berjualan lontong sejak 12 tahun lalu. "Dulu kami jualan di gerobak di pinggir jalan, dua tahun ini buka toko disini," ujarnya sambil melayani pembeli. Dulu, merek dagangnya Lontong Balap. Julukan balap itu diberikan pembeli karena sang suami Edi, jalan dan bekerjanya cepat. "Sejak pindah disini kami tambahkan Lontong Balap Mama cantik atau Macan, supaya kekinian," kata Susi. Susi memasak sendiri lontong dan kuah sayurnya, sehingga dia menjamin kualitas rasa tidak berubah. Setiap hari dia menyediakan 60 hingga 70 potong ketupat,  dan satu panci besar kuahnya. Susi mengaku memiliki pelanggan setia, selain para karyawan toko, para pedagang toko dan masyarakat yang berbelanja.
Sebelum berjualan di gang Siku itu, Susi mengaku mereka berjualan di kaki lima menggunakan gerobak. (Lin)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment