ISEF 2026: Kebaikan untuk Semua Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia

By MS LEMPOW 16 Okt 2026, 09:52:33 WIB Ekonomi
ISEF 2026: Kebaikan untuk Semua Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia

Keterangan Gambar : ISEF 2026: Kebaikan untuk Semua Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia


Mediajambi.com  — Indonesia terus memperkuat langkah menuju pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia melalui pengembangan industri halal, pendalaman pasar keuangan syariah, optimalisasi keuangan sosial syariah, serta perluasan inklusi melalui transformasi digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 yang mengusung semangat “Kebaikan untuk Semua” untuk membangun ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berdaya saing global.

ISEF 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dradjad Hari Wibowo di Jakarta International Convention Center (JICC), pada 14 Oktober 2026. Mengangkat tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, ISEF kembali memperkuat kolaborasi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, otoritas, industri, akademisi, serta mitra strategis nasional dan internasional, termasuk Islamic Development Bank (IsDB), OJK, BPKH, BPJPH, BAZNAS, dan Badan Wakaf Indonesia.

Pada momentum tersebut, Bank Indonesia meluncurkan tiga program unggulan. Pertama, Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), sebagai pedoman transaksi pasar keuangan syariah untuk memperkuat integritas dan efisiensi pasar. Kedua, pembaruan Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat (Zakat Core Principles/ZCP) melalui penambahan dimensi manajemen risiko guna memperkuat tata kelola zakat. Ketiga, program beasiswa internasional berbasis dana sosial syariah untuk mendukung pendidikan mahasiswa asing, mengembangkan sumber daya manusia unggul, serta mengoptimalkan pemanfaatan ZISWAF secara produktif. Ketiga inisiatif ini memperkuat kontribusi Bank Indonesia dalam mendukung visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, sejalan dengan Asta Cita dan RPJMN 2025–2029.

    Dalam sambutan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto yang disampaikan oleh Dradjad Hari Wibowo, ditegaskan bahwa ekonomi syariah berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan daya saing Indonesia. Peluang ini didukung proyeksi belanja masyarakat muslim global yang mencapai USD3,56 triliun pada 2029. Pemerintah terus mendorong penguatan industri halal dan UMKM, perluasan ekspor serta kerja sama internasional, pengembangan keuangan dan dana sosial syariah, serta peningkatan akses pembiayaan, literasi, dan inklusi keuangan syariah.

    Daya saing Indonesia juga menunjukkan perkembangan positif. Dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia bertahan di peringkat keempat dunia. Di dalam negeri, rantai nilai halal tumbuh 5,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara itu, penerbitan green sukuk Indonesia sejak 2018 mencapai USD7,7 miliar di pasar global dan Rp108,9 triliun di pasar domestik per Juni 2026.

    “Capaian ini menjadi fondasi, bukan garis akhir, karena masih terbuka ruang besar untuk meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah, memperdalam pasar, dan memperluas literasi, sehingga diperlukan akselerasi melalui sinergi dan transformasi digital,” ujar Destry.

    Melalui ISEF 2026, Indonesia terus memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan dan mendorong inovasi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan keuangan syariah. Langkah ini diharapkan memperluas manfaat ekonomi syariah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

    ISEF ke-13 memiliki rangkaian acara melibatkan mitra ekonomi - keuangan syariah domestik dan internasional serta lebih dari 1.000 pelaku industri halal. Penyelenggaraan ISEF 2026 menghadirkan lebih dari 100 kegiatan secara luring dan daring yang mempertemukan pelaku usaha dari hulu ke hilir. Kegiatan tersebut mencakup business matching perdagangan dan wastra, Forum Bisnis Pesantren, serta forum nasional dan internasional di bidang halal, zakat, wakaf, pembiayaan haji, dan pariwisata ramah muslim.


    UMKM Unggulan Jambi Semakin Berdaya Saing Global Melalui Penguatan Ekosistem Rantai Nilai Halal

    Semangat tersebut turut diwujudkan melalui kehadiran UMKM unggulan binaan Bank Indonesia Provinsi Jambi yang semakin memiliki kapabilitas berdaya saing global. Tiga UMKM Jambi dengan produk Industri Kreatif Syariah (IKRA) menampilkan beragam produk ready to wear unggulan hasil desainer putra-putri daerah, yaitu Bima Zikwan, Batik Berkah, dan Reka Dian Utami Fashion Project. Ketiga desainer tersebut turut meramaikan kegiatan ISEF melalui fashion show Indonesia International Modest Fashion Festival x Jakarta Muslim Fashion Week  (IN2MOTIONFESTxJMFW) 2026

    Selain mendorong IKRA, Bank Indonesia Provinsi Jambi juga terus mendorong kapabilitas pelaku usaha UMKM dalam hilirisasi makanan-minuman (mamin), dan kompetensi individual chef berbasis makanan halal. Dua UMKM mamin yaitu Otin (Abon Ikan Patin) dan R&R (beragam produk snack) telah lulus kurasi ISEF dan berpartisipasi dalam pagelaran ISEF Halal Food. Pada pagelaran Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC), UMKM Cahaya Minang juga lulus kurasi ISEF dan diundang untuk melakukan presentasi bisnis matching produk Rendang Jambi kepada 14 juri chef yang berasal dari berbagai negara. Selain itu, Bank Indonesia Provinsi Jambi turut berpartisipasi dalam kompetisi IN2HCC yang di wakili oleh Muhammad Gerry dari Aston Hotel Jambi dan Nurul Huda dari Pondok Pesantren Kumpeh Daaru Tauhid (Ponpes KDT).

    Produk-produk tersebut merepresentasikan kekayaan budaya dan potensi sumber daya lokal Jambi yang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, berdaya saing, dan berkelanjutan. IKRA Jambi dikembangkan melalui desain yang memadukan unsur klasik dan modern, sementara produk kuliner menunjukkan kreativitas pelaku usaha dalam mengolah potensi lokal menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar.

    Partisipasi UMKM Jambi dalam ISEF 2026 tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga membuka peluang transaksi, jejaring usaha, dan akses pasar yang lebih luas.(***)





    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Semua Komentar

    Tinggalkan Komentar :