Langgar Prokes,Tempat Karoke dan Warung Pecel Lele Disegel

By Maas, SH 13 Jan 2021, 07:02:54 WIB KOTA
Langgar Prokes,Tempat Karoke dan Warung Pecel Lele Disegel

Keterangan Gambar : Langgar Prokes,Tempat Karoke dan Warung Pecel Lele Disegel


Mediajambi.com- Sejumlah tempat usaha terpaksa diberikan sanski oleh Tim Satgas Penangan Covid-19 Kota Jambi, karena kedapatan melanggar prokes 3M di masa pandemi Covid-19. Selain itu, 5 orang juga terpaksa dikenakan denda karena kedapatan tidak memakai masker.

Dalam razia yang dilakukan, Sabtu (9/1) hingga Minggu (10/1) dini hari, menyisir sejumlah tempat di Kota Jambi. Hasilnya, masih ditemukan beberapa tempat usaha yang menyalahi aturan jam malam dan prokes 3M.

Seperti Karaoke Raja di Kelurahan  Payo Selincah, Kecamatan Paal Merah, terpaksa ditutup dan disegel sementara waktu serta diberikan peringatan lisan pertama.

“Penyegelan ini dilakukan karena melewati pemberlakukan jam malam, dalam upaya pencagahan penyebaran Covid-19 di Kota Jambi,” sebut Kasat Pol PP Kota Jambi, Mustari Affandi.

Selain itu, warung Pecel Lele Ayo Mampir di Simpang Pulai, Kecamatan Danau Sipin, terpaksa dikenakan denda Rp 5 juta. Karena masih kedapatan melanggar aturan yang ada.

“Yang bersangkutan melewati batas usaha waktu dan pelanggaran prokes Covid-19. Sebelumnya sudah pernah diberikan peringatan lisan, dan saat ini dikenakan denda,” jelas Mustari, dalam keterangan resminya.

Sementara, Karaoke Namora yang berada di Kenali Asam Atas, Kecamatan Kotabaru mendapatkan peringatan dari tim, agar tidak beraktivitas di atas jam malam yang ditentukan.

“Kita juga melakukan penyitaan sementara 2 meja dan  18 kursi kafe, bandrek depan Asrama Haji yang berjualan di atas pukul 00.30 wib dan dibawa ke Mako Pol PP,” ungkapnya.

“Kemudian kita sita sementara KTP penjual bandrek 1 orang, karena tidak menggunakan masker saat berjualan dengan alasan tinggal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mustari mengatakan, razia ini dilaksanakan dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 di Kota Jambi yang sudah mencapai angka di atas 1.200 orang.

“Kita imbau dan harapkan masyarakat agar memahami ini. Sebab sejumlah daerah di Jawa sudah diberlakukan kembali PSBB. Kita tidak ingin seperti itu,” pungkasnya.(Yen)