Misfiadi Pengusaha Rumah Makan Banting Stir Jadi Distributor Kopi Kobula Dimasa Pandemi Covid-19

By Maas, SH 08 Nov 2020, 08:06:56 WIB USAHA
Misfiadi Pengusaha Rumah Makan Banting Stir Jadi Distributor Kopi Kobula Dimasa Pandemi Covid-19

Keterangan Gambar : Mispiadi (53) pengusaha rumah makan yang banting stir menjadi distributor bubuk kopi


PANDEMI Covid-19 sangat berdampak terhadap semua sektor, tak terkecuali usaha rumah makan. Sebelum pandemi bisa menghabiskan tak kurang dari 10 kilogram beras, namun sejak wabah pandemi masak nasi 3 kilogram beraspun masih banyak tersisa.

Misfiadi (53) yang sudah puluhan tahun menggeluti usaha rumah makan tak patah arang dengan kondisi ini. Dia berupaya keras mencari solusi agar bisa bertahan hidup. Saat berkunjung ke Lampung ada yang menawarkan untuk menjadi distributor bubuk kopi  Kabula. Tawaran itu tidak disia-siakannya dan langsung ditangkap. “Kopi bubuk ini dapat bersaing dengan kopi lokal dan mendapat sambutan hangat dari konsumen,” ujarnya kepada mediajambi.com, Rabu (4/11/2020) ditempat usahanya Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Sungaiputri, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

Pemilik rumah makan Ranah Minang ini mengaku sejak pandemic Covid-19 usaha yang dikelolanya sangat sepi dan pendapatan jauh menurun. Bahkan terkadang tak ada satu orangpun yang mampir untuk makan dalam sehari. Sehingga dia harus merumahkan beberapa karyawan sehingga melayani sendiri jika ada makan. Dulu kata dia sebelumnya menanak nasi 10 kilogram habis dalam sehari tapi sejak  pandemic Covid-19 merebak menanak nasi 3 kilogram masih banyak tersisa. “Jadi bagaimana mau menggaji karyawan, untuk sendiri saja tidak cukup,” ucapnya.

Itulah sebabnya ketika ada tawaran memasarkan bubuk kopi Kabupa jenis Robusta asal Liwa Lampung Barat tanpa pikir panjang langsung diiyakannya. “Alhamdulillah nampaknya bubuk kopi ini diminati konsumen, saat ini saya titipkan di toko laris manis. Karena citarasa yang khas dan harga terjangkau,” ungkap dia.

Ada beberapa kemasan unik yang disajikannya yaitu kemasan 200 gram, 500 gram dan 1 kilogram. Kopi bubuk siap saji kabula dibandrol seharga Rp75.000/kg.  Saat ini kata dia terus berupaya menjajakan bubuk kopi ini ke warung-warung. Namun demikian walau sepi rumah makan yang telah dikelola puluhan tahun tetap dipertahannya. “Saya yakin, apabila pandemi Covid-19 berkahir, usaha rumah makan tetap memiliki prosfek yang cerah,” ucapnnya.

Tertariknya menggeluti menjadi distributor bubuk kopi disebabkan kopi merupakan minuman yang memiliki kedekatan dengan masyarakat Indonesia yang begitu spesial. Bagaimana tidak? disetiap acara entah itu skala keluarga maupun acara kemasyarakatan disitulah pasti ada kopi yang ikut berkontribusi. Menemani, menghangatkan suasana menjadi akrab dan tentram.

“Kini kopi tidak menjadi minuman yang identik dengan minumannya para orangtua. Ya kini kopi juga digemari oleh kalangan anak muda. Kopi kini bagiakan minuman yang mampu memberikan ketenangan dan inovasi saat mengerjakan projek, atau pun tugas dengan deadline,” ungkapnya.

Dikatakannya kini banyak bisnis cafe terus bermunculan, penjualan kopi juga makin meningkat tajam. Jadi bukan tidak mungkin kini kopi tidak hanya dijual di warkop, angkringan, maupun cafe saja, melainkan juga hotel dan resto tentunya mulai menyediakan untuk pelanggannya. “Jadi saya yakin bisnis ini memiliki prosfek yang menjanjikan,” ujarnya.

Bisnis kopi dalam kemasan katanya secara tidak langsung membantu petani kopi  "Tujuan utamanya ingin membantu para petani. Memang diakuinya kopi yang dipasarkan bukanlah kopi lokal, tapi kopi dari luar provinsi. Dengan adanya kopi ini akan memberi motif bagi penggemar kopi untuk mencicipi, bagaima citarasa kopi luar. Tentunya kita bisa membandingkan dimana kelebihan dan kekurangannya,” ucapnya.

Jika anda ingin menyeruput kopi Kabula hubungi  Misfiadi beralamat Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Sungaiputri, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi atau tepatnya di rumah Makan Ranah Minang. #Lawan Covid-19.(maas)