KEAJAIBAN THIBBUN NABAWI

Dr. Meity Elvina, M.Ked, SpOG, PGCert.

Menang Banyak dengan Produk Ciptaan Allah

Maas | Rabu, 03 April 2019 - 10:11:33 WIB | dibaca: 98 pembaca

PRODUK Ciptaan Allah hendaknya menjadi pilihan kita dalam menjalani kehidupan sehari hari. Mari bersama sama kita mentadaburi Surah

*QS. Sad 38: 27* ;

"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi, dan apa yang ada diantara keduanya tanpa hikmah."

Dan di Al-Qur'an pun jelas tertulis bahwa semua yang Allah ciptakan itu punya manfaat.

*QS Ali imran 191*:

Robbana maa khalaqta hadza bathila.  Allah  menciptakan segala sesuatu tidak untuk sia-sia.

Renungkan lah,  sekalipun itu lalat yang membawa-bawa bakteri, nyamuk yang sering menggigit, tikus yang menjadi hama, dan semua mahkluk yang sering kita pandang sebelah mata. Semua PASTI ada manfaatnya.

Ambil contoh :

*Pernahkan belajar ilmu biologi Tentang Rantai Makanan?*

Dari mulai tumbuhan hijau, sari bunga, padi, burung. Bahkan sampai bakteri pengurai (dekomposer) di dalam tanah pun semua punya manfaat.

Dalam rantai makanan, bakteri2 di dalam tanah sebagai dekomposer berguna untuk mengurai senyawa organik dalam makhluk hidup yang sudah mati baik manusia mati, hewan juga tumbuhan pun agar bisa dikembalikan pada alam. Senyawa organik yang nantinya sudah terurai oleh dekomposer akan menambah kekayaan mineral tanah atau perairan dimana manfaat tanah dan air sangat dibutuhkan tumbuhan agar bisa kembali tumbuh dst.. terjadi siklus rantai makanan yang harmoni.

Nah..

Kembali kita mengambil hikmah dari Suatu kisah

MENANG BANYAK dengan Produk Ciptaan Allah yang terhampar di hadapan mata manusia,  sangat mudah manusia untuk mengkonsumsinya?

Dengan Manusia tetap berada dalam rantai makanan yang fitrah yang Allah telah desainkan, maka:

*Manusia menjaga keseimbangan ekosistem jika tetap berada dalam rantai makanan yang fitrah yakni mengutamakan produk ciptaan Allah demi keberlangsungan alam semesta secara harmoni"*

1. Tidak akan bertumpuk sampah dari kemasan makanan  olahan yang sulit diurai oleh jasad renik /decomposer di dalam tanah.

2. Bakteri/jasad renik tidak kekurangan organisme yang mati sebagai bahan yang akan diurainya di dalam tanah.

3. Tidak berlebihan bakteri yang menjadi patogen yang pindah habitat kedalam tubuh manusia atau berubahnya mereka menjadi hama di atas muka bumi.

Ini salah satu sudut pandang  ketika berjalan melihat bertumpuknya sampah2 dari produk2 olahan industri saat ini.

Jangan lupakan Peran

*Jasad Renik Decomposer* di dalam Tanah

Wallahu'alam bishawab

 *Bunda ME*

Meity Elvina

PGQ










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)